Virus Corona di Madura

90 Santri Pulang ke Pamekasan Gegara Corona, Turun Langsung Disemprot Disinfektan dan Cek Kesehatan

Santri asal Pamekasan, Madura pulang ke kampung halaman gegara virus Corona. Turun bus langsung dilakukan penyemprotan disinfektan dan cek kesehatan.

TRIBUNJATIM.COM/KUSWANTO FERDIAN
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat menanyakan perihal kesehatan para santri usai dilakukan penyemprotan cairan disinfektan dan cek kesehatan di Terminal Barang Pamekasan, Selasa (31/3/2020). 

"Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap warga Pamekasan yang hendak pulang kampung. Tapi lebih baik saya imbau jangan pulang dahulu demi mencegah penyebaran wabah virus corona," kata Baddrut Tamam kepada sejumlah media.

Baddrut Tamam juga mengutarakan, sebelum para santri ini pulang ke rumah masing-masing, mereka sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan, serta juga sudah dilakukan pengecekan suhu tubuh oleh Satgas Covid-19 Pamekasan.

Selain itu pula, juga sudah dilakukan penyemprotan disinfektan terhadap barang bawaan para santri sebagai langkah preventif pencegahan penyebaran COVID-19.

“Sampai di rumah mereka juga diimbau untuk melakukan pola hidup bersih dan juga melakukan isolasi mandiri selama 14 hari kedepan," ujarnya.

"Kita tim Satgas Covid-19 Pamekasan akan mengawasi mereka selama isolasi mandiri. Misal ada keluhan sakit, nanti bisa melapor ke Satgas Penanganan Covid-19 yang sudah kami bentuk atau bisa juga datang ke puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan," tambahnya.

Sementara itu, Tim Kesehatan Satgas Covid-19 Pamekasan, dr. Henny mengatakan, apa yang dilakukan Tim Satgas Covid-19 ini sebagai langkah melakukan deteksi dini.

“Kita sudah melakukan pendataan terhadap mereka, lalu kita tim survelance akan melakukan pengawasan setiap harinya untuk mengetahui perihal kondisi kesehatan para santri ini," katanya.

dr. Henny menambahkan mereka (santri) sementara ini diimbau untuk tidak keluar rumah terlebih dahulu dan sudah diperintahkan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari kedepan sebagai tindakan pencegahan dan pengendalian dari pada dampak Covid-19.

“Alhamdulillah semua santri ini semuanya sudah diperiksa. Hasilnya nihil, tidak ada santri yang sakit maupun terkena virus corona,” ujarnya.

Kedatangan rombongan santri dari Kediri dan Lumajang ini, kata dr. Henny juga disambut dengan penyemprotan disinfektan dan juga sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh paramedis.

Halaman
1234
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved