Virus Corona di Bojonegoro

Tes Swab Klaster Pasar Bojonegoro Digelar di Saiful Anwar Malang, Khofifah Minta Pasar Tutup 7 Hari

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim menyebutkan, tes swab 86 pedagang Bojonegoro dilakukan di Saiful Anwar Malang.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Pedagang Pasar Kota Bojonegoro saat menjalani rapid test, Kamis (7/5/2020) dini hari WIB, tampak Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan, mengawal proses rapid test. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemprov Jawa Timur akan mengirim viral transport media (VTM) ke Bojonegoro untuk mengambil sampel terhadap 86 pedagang klaster Pasar Bojonegoro yang reaktif virus Corona atau Covid-19 berdasarkan rapid test.

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Kohar Hari Santoso, menyebutkan, selanjutnya sampel ke 86 pedagang tersebut akan dilakukan tes polymerase chain reaction (PCR) di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang untuk mendeteksi positif Covid-19 atau tidak.

“VTM-nya akan kirim ke Malang, karena Rumah Sakit Saiful Anwar bisa melakukan PCR, sehingga hasilnya kita harapkan lebih cepat, dan kita bisa mengidentifikasi kasusnya lebih cepat,” kata Kohar Hari Santoso, Jumat (8/5/2020) malam.

Kohar Hari Santoso yang juga Dirut Rumah Sakit Saiful Anwar Malang ini menjelaskan, klaster Pasar Bojonegoro bermula dari seorang pedagang sayur keliling yang beraktivitas di pasar tersebut positif Covid-19.

Pedagang tersebut sudah diambil swab-nya, namun sebelum hasilnya keluar, pedagang tersebut sudah meninggal.

PSBB Surabaya Raya Tak Cukup 14 Hari, FKM Unair Usul ke Khofifah Ada Perpanjangan Satu Kali Lagi

DPRD Jawa Timur Siap Terima Aduan Warga Soal Penyaluran Bantuan yang Salah Sasaran

“Ada pedagang rengkek kalau Surabaya itu lijo (pedagang sayur keliling). Dia sakit dan dirawat kemudian sempat dilakukan rapid testnya reaktif. Dan dilakukan swab, swabnya keluar belakangan (positif), tapi beliaunya meninggal,” kata Kohar Hari Santoso.

Setelah itu, Gugus Tugas bergegas melakukan rapid test dan tracing terhadap 269 pedagang di pasar.

Hasilnya, 86 pedagang  positif rapid test.

“11 orang warga dari Tuban, 75 warga Bojonegoro dan mereka sudah dilakukan isolasi. Kemudian rencana akan dilakukan rapid test ulang atas arahan gubenur (Khofifah Indar Parawansa) kami akan melakukan tindak lanjut swab,” jelas Kohar Hari Santoso.

Temui Gubernur Khofifah, Gugus Tugas Covid-19 Pusat Turun Tangan Bantu Penanganan Corona di Jatim

Denda PBB Digratiskan Pemkot Surabaya, Warga Cuma Bayar Pajak Pokok, Program Terbatas sampai 30 Juni

Sementara itu, Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meminta agar pasar tersebut ditutup selama 7 hari dari yang semula hanya 2 hari, menunggu hingga hasil tes swab dan PCR keluar.

Ia juga meminta agar dilakukan tracing ulang, baik kepada pedagang maupun pembeli yang memiliki kontak erat dengan pedagang berstatus positif Covid-19 dan positif rapid test.

"Kita memberikan proteksi terhadap siapa saja yang ada di lingkaran pasar itu,” ujar Khofifah Indar Parawansa.

“Ini kan yang bisa dilakukan rapid kan penjualnya. Sementara pembelinya dan sekitar itu harus dilakukan tracing juga,” jelasnya.

Editor: Dwi Prastika

Validitas Rapid Test Covid-19 di Indonesia 62,9 Persen, Gugus Tugas Jatim: Sifatnya Screening

Ada Pedagang Positif Corona, Pasar Larangan Sidoarjo Tetap Beroperasi, 163 Orang Ditracing

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved