Breaking News:

Penanganan Covid

Soal PPKM di Kota Malang, Pengusaha Restoran Akui Belum Terima Surat Edaran Resmi dari Pemkot

Soal penerapan PPKM di Kota Malang, pengusaha restoran mengaku belum menerima surat edaran resmi dari pemerintah setempat.

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/RIFKI EDGAR
Rumah Makan Kertanegara di Kota Malang, Senin (11/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia Malang Raya (Apkrindo), Indra Setiyadi mengaku, belum menerima surat edaran resmi dari Pemerintah Kota Malang terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Malang.

Pria yang juga pemilik restoran Rumah Makan Kertanegara ini hanya mengetahui adanya PPKM di Kota Malang dari informasi yang beredar di media sosial maupun pemberitaan.

"Kalau secara resmi dari dinas terkait kami belum mendapatkan informasi. Cuma kami dapatnya dari media dan pemberitaan," ucapnya saat ditemui TribunJatim.com, Senin (11/1/2021).

Indra pun mengatakan, pihaknya akan mematuhi segala aturan yang diberikan pemerintah terkait dengan penanganan pandemi Covid-19 (virus Corona) ini.

Akan tetapi, dia juga meminta aturan yang jelas dan detail mengenai pembatasan yang diterapkan di restoran.

Baca juga: Tempat Wisata di Kabupaten Malang Tetap Buka Saat PPKM, Wisatawan Diminta Bawa Hasil Rapid Antigen

Baca juga: Tidak Ada Penyekatan Saat PPKM Kota Malang, Wali Kota Sutiaji: Fokus Pembatasan Ruang Publik

Terutama berkaitan dengan pembatasan 50 persen dari kapasitas tersebut dihitungnya per kepala atau perluasan yang disesuaikan dengan luasan di masing-masing restoran.

"Kami minta aturan pembatasan yang detail dan jelas. Agar nantinya pengusaha restoran itu dapat memahami. Karena kami tidak mau nantinya ada gesekan dengan konsumen," ucapnya.

Indra menambahkan, aturan pembatasan yang detail dan jelas tersebut harus segera disosialisasikan kepada para pengusaha restoran.

Agar nantinya pengusaha restoran dapat mengetahui aturan yang kini telah ditetapkan oleh pemerintah.

Baca juga: Harga Tiket Masuk Telaga Ngebel & Bukit Cumbri, Bisa Naik Speedboat dan Berfoto di Batu-batu Besar

Baca juga: PPKM di Kota Malang, Ini Alasan Sutiaji Pakai Pembatasan Jam Malam Sampai Pukul 20.00 WIB

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved