Breaking News:

Penanganan Covid

PPKM Jilid I dan II di Kota Blitar, 2.184 Pelanggar Protokol Kesehatan Terjaring Operasi Yustisi

Selama masa PPKM jilid I dan II di Kota Blitar, ada 2.184 pelanggar protokol kesehatan yang terjaring operasi yustisi petugas.

TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL HADI
Petugas gabungan dari Polres Blitar Kota, Kodim, dan Pemkot Blitar memberikan imbauan terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19 kepada pedagang di Pasar Templek, Kota Blitar, Minggu (7/2/2021). 

Reporter: Samsul Hadi | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Satgas Covid-19 Kota Blitar menindak 2.184 orang pelanggar protokol kesehatan (prokes) pencegahan penyebaran Covid-19 (virus Corona) selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid I dan jilid II. 

Para pelanggar tersebut mendapat sanksi teguran lisan, teguran tertulis, kerja sosial, dan denda. 

Para pelanggar protokol kesehatan itu terdiri atas perseorangan dan pelaku usaha. 

Plt Kepala Satpol PP Kota Blitar, Hadi Maskun mengatakan, para pelanggar protokol kesehatan itu terjaring operasi yustisi yang digelar petugas gabungan dari Polri, TNI, dan Satpol PP selama PPKM. 

Pelaksanaan PPKM jilid I dan jilid II di Kota Blitar dimulai pada 13 Januari 2021 sampai 8 Februari 2021.

Petugas gabungan menggencarkan operasi yustisi sehari tiga kali selama PPKM. 

Puluhan Pedagang dan Pengunjung Pasar Legi Kota Blitar Ikuti Rapid Test Massal, 9 Orang Reaktif

Komunitas Oleng-oleng Kediri Sediakan 30.000 Bibit Tanaman Gratis untuk Jaga Keseimbangan Alam

Sasarannya, pengendara, fasilitas umum, tempat usaha, pasar, dan perkantoran.

"Besok (Senin) hari terakhir pelaksanaan PPKM. Kami menunggu kebijakan dari pimpinan terakit pelaksanaan PPKM," kata Hadi, Minggu (7/2/2021). 

Dikatakannya, dari total 2.184 pelanggar, paling banyak mendapat sanksi teguran lisan sebanyak 1.200 orang. 

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved