Breaking News:

Keberadaan Inpres Nomor 2 Tahun 2021 Dorong BPJAMSOSTEK Percepat Lindungi Pekerja di Jawa Timur

Keberadaan Inpres Nomor 2 Tahun 2021 ternyata mendorong BPJAMSOSTEK mempercepat perlindungan pekerja di Jawa Timur

TribunJatim.com/istimewa
Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah Jawa Timur, Deny Yusyulian saat acara Media Gathering dan Sosialisasi Inpres Nomor 2 Tahun 2021, Kamis (22/4/2021). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - BPJS Ketenagakerjaan / BPJAMSOSTEK Kantor Wilayah Jawa Timur terus berupaya untuk melindungi seluruh tenaga kerja baik formal maupun informal di Provinsi Jawa Timur yang memiliki 38 kabupaten/kota.

Pasalnya, BPJAMSOSTEK hadir memberikan manfaat yang luar biasa bagi pekerja dan keluarganya yang terdaftar menjadi peserta dan aktif membayar iuran .

Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah Jawa Timur, Deny Yusyulian, mengatakan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan sangat dirasakan oleh peserta apalagi pada masa pandemi Covid-19.

Oleh karena itu seluruh pekerja harus terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan.

Salah satu manfaat BPJAMSOSTEK yaitu manfaat beasiswa pendidikan kepada anak yang orang tua mereka meninggal dunia dan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Peserta yang mengalami kecelakaan kerja meninggal dunia dalam kepesertaan program JKK dan JKM tersebut dengan kepesertaan minimal tiga tahun.

“Apresisasi tinggi kami sampaikan kepada seluruh pemberi kerja yang telah mendaftarkan seluruh pekerjanya, sehingga anak-anak pekerja yang meninggal dunia dapat terus melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi," ujarnya, saat Media Gathering dan Sosialisasi Inpres Nomor 2 Tahun 2021, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: Direksi BPJAMSOSTEK Baru Resmi Dilantik Presiden Jokowi, Anggoro Siap Lakukan Digitalisasi Jamsos

Baca juga: Sukseskan Inpres 2 Tahun 2021, BPJS Ketenagakerjaan Madiun Jalankan Gerakan I-Project

Baca juga: Lindungi Pekerja, BPJAMSOSTEK Gandeng REI Jawa Timur dan Bank BTN

Deny menjelaskan, total manfaat beasiswa yang kami bayarkan sebanyak 2.437 anak sebesar Rp9,2 miliar, terdiri dari jenjang pendidikan SD sebanyak 963 anak sebesar Rp1,4 miliar.

Lalu SMP sebanyak 554 anak sebesar Rp1,1 miliar, SMA sebanyak 486 anak sebesar Rp1,4 miliar, dan Perguruan Tinggi sebanyak 434 anak sebesar Rp5,2 miliar.

Sedangkan untuk pembayaran klaim sampai dengan bulan Maret 2021 sebanyak 99.263 kasus dengan total klaim sebesar Rp.1.24 triliun.

Halaman
123
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved