Berita Jember

Tren Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Jember Memprihatinkan, Tujuh Bulan Awal Tembus 126 Kasus

Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Jember sampai pertengahan tahun 2022 ini masih terus terjadi. Bahkan berdasarkan data terjadi peningkatan d

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/SRI WAHYUNIK
Paparan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak saat peluncuran Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Jember, Rabu (10/8/2022) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Jember sampai pertengahan tahun 2022 ini masih terus terjadi. Bahkan berdasarkan data terjadi tren peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Hal ini merujuk dari data Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jember, dan UPT Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB).

Berdasarkan rekap kasus Unit PPA Satreskrim Polres Jember, di Tahun 2020 ada 135 kasus yang ditangani ke Polres Jember, kemudian Tahun 2021 sebanyak 84 kasus, dan mulai Januari hingga Juli 2022 ini sudah 41 kasus.

Kasus yang ditangani Unit PPA Polres Jember terdiri atas kekerasan terhadap perempuan dan anak yakni persetubuhan terhadap anak, pencabulan terhadap anak, kekerasan terhadap anak, penelantaran anak, kekerasan seksual (TPKS), perkosaan, dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Sementara itu, jika mengacu data dari UPTD PPA DP3AKB, maka jumlah kekerasan terhadap anak akan lebih banyak. Sebab kasus yang ditangani oleh UPTD PPA DP3AKB tidak hanya yang masuk ke ranah jalur hukum (litigasi), namun juga non litigasi.

Angka kekerasan anak di Tahun 2021 berdasarkan data UPTD PPA DP3AKB mencapai 181 kasus mulai Januari hingga Desember 2021. Sedangkan tahun 2022, mulai Januari hingga Juli sebanyak 126 kasus.

Baca juga: Januari-Agustus 2022, Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Lamongan Capai 19 Kasus, Pelaku Orang Dekat

Kasus yang ditangani berupa kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, penelantaran, perdagangan manusia, anak berkonflik dengan hukum, dan lain-lain seperti hak asuh anak, hak pendidikan.

Anak berjenis kelamin perempuan yang paling banyak menjadi korban, kemudian anak laki-laki. Kekerasan psikis dan kekerasan seksual merupakan kasus yang mendominasi tindak kekerasan terhadap anak.

Seperti contoh kasus yang ditangani oleh UPTD PPA DP3AKB, kasus kekerasan seksual di tahun 2021 sebanyak 65 kasus, sementara di Tahun 2022 ada 43 kasus.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved