Pembunuhan Brigadir J

Akhirnya Bharada E Sudah Bisa Bercanda dan Tertawa, Kini Plong Dapat Perlindungan Penuh dari LPSK

Terungkap sudah kondisi Bharada E saat ini sudah bisa bercanda dan tertawa. Ia pun mendapat perlindungan penuh dari LPSK sebagai justice collaborator.

Kolase Tribun Medan/Instagram @r.lumiu
Potret Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu yang jadi justice collaborator dalam kasus kematian Brigadir J. Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Sosok Richard Eliezer Lumiu, Polisi Disebut Bharada E, Instagramnya Diserbu: Lu Cuma Tumbal, https://medan.tribunnews.com/2022/07/15/sosok-richard-eliezer-lumiu-polisi-disebut-bharada-e-instagramnya-diserbu-lu-cuma-tumbal?page=all. 

TRIBUNJATIM.COM - Pengakuan Bharada E sebagai salah satu tersangka menjadi awal pengungkapan fakta mengerikan mengenai kematian Brigadir J yang ternyata merupakan kasus pembunuhan.

Demi mengantisipasi tekanan dan ancaman, Bharada E yang juga sekaligus saksi kunci dalam kasus pembuhan itu pun meminta perlindungan penuh dari LPSK ( Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban ) sebagai justice collaborator.

Kini permohonan Bharada E tersebut telah dikabulkan LPSK.

Status perlindungan darurat untuk Bharada E pun dicabut dan digantikan dengan perlindungan penuh dari LPSK sebagai justice collaborator di kasus kematian Brigadir J.

"Keputusan ini sudah resmi, oleh karena itu perlindungan darurat yang diberi kita cabut," ujar Hasto Atmojo Suroyo sekalu Ketua LPSK di kantornya, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (15/8), seperti dilansir TribunJatim.com dari Tribunnews.com.

"Kami sampai pada keyaninan bahwa Bharada E memang memenuhi syarat sebagai seorang justice collaborator."

Baca juga: Ternyata Tak Ada Pelecehan, Laporan Putri Candrawathi Dibuat Halangi Ungkap Pembunuhan Brigadir J?

Nasib Bharada E terancam setelah ungkap Ferdy Sambo adalah otak pembunuhan Brigadir J
LPSK telah mengabulkan permohonan justice collaborator yang diajukan Bharada E dalam kasus kematian Brigadir J. (via Tribunnews.com)

Status Bharada E yang bukan merupakan pelaku utama menjadi salah satu pertimbangan LPSK untuk menerima permohonan justice collaborator tersebut.

Selain itu, Bharada E juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dalam pengusutan kasus kematian Brigadir J.

"Yang pertama karena yang bersangkutan buka pelaku utama, yang kedua bahwa yang bersangkutan menyatakan kesediaannya untuk memberikan informasi kepada aparat penegak hukum (APH) tentang berbagai fakta, berbagai kejadian di mana dia terlibat sebagai pelaku tindak pidana dan dia bersedia untuk mengungkap bahkan pada orang-orang yang mempunyai peran lebih besar ketimbang dia," kata Hasto Atmojo Suroyo.

Sementara itu kondisi Bharada E saat ini sudah semakin stabil.

Ia pun sudah bisa menyampaikan keterangan-keterangan dengan baik.

Baca juga: Kasus Pelecehan Istri Ferdy Sambo Disetop, LPSK Ragukan Putri Candrawathi, Tolak Beri Perlindungan

Ditetapkan jadi tersangka pembunuhan Brigadir J. Bharada E terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Kini, kondisi Bharada E disebut makin membaik, bahkan sudah bisa bercanda dan tertawa. (Kolase TribunJambi.com Aryo Tondang - via FotoKita)

Bahkan Bharada E disebut sudah bisa ikut bercanda dan tertawa saat dipancing.

"Kondisi E secara fisik sehat, bisa sampaikan keterangan dengan baik. Tidak tertekan ketika dipancing bercanda bisa ketawa artinya E tidak dalam kondisi mengkhawatirkan, aman," pungkas Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu, dalam kesempatan yang sama.

Diketahui hingga saat ini polisi telah menetapkan 4 orang tersangka dalam kasus kematian Brigadir J di rmah Irjen Ferdy Sambo.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved