Menu Diet

Inilah Menu Diet Mediterania, Bisa Menurunkan Berat Badan Dalam 6 Bulan, Bantu Jaga Kesehatan Otak

Inilah menu diet mediterania yang bisa menurunkan berat badan dalam 6 bulan dan membantu menjaga kesehatan otak dengan mengonsumsi bahan makanan alami

pexels/Ella Olsson
Ilustrasi diet mediterania yang terinspirasi dari gaya hidup orang Mediterania, berupaya menghidangkan setiap makanan dengan cita rasa lezat dengan menggunakan rempah, bumbu, serta minyak zaitun. 

TRIBUNJATIM.COM - Diet mediteranian sudah ada sejak tahun 1960-an dan memiliki konsep hanya mengonsumsi bahan makanan alami sekaligus menghindari semua nutrisi buatan.

Metode ini mengharuskan Anda menyantap whole food dan menghindari produk makanan olahan.

Whole food sendiri adalah makanan yang diolah dari bahan-bahan segar, bukan produk dalam kemasan maupun yang dibekukan.

Oleh karena itu diet ini amat menekankan untuk menyantap berbagai jenis buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan segar, minyak zaitun, serta ikan, unggas, keju, dan yogurt dalam menu harian.

Diet yang terinspirasi dari gaya hidup orang Mediterania ini berupaya menghidangkan setiap makanan dengan cita rasa lezat dengan menggunakan rempah, bumbu, serta minyak zaitun.

Proses memasaknya pun dilakukan dengan dibakar, dikukus, dan dipanggang.

Semua bahan makanan yang diolah dalam menu diet mediterania juga kaya akan asam lemak omega 3, vitamin dan mineral yang tak hanya baik bagi kesehatan secara keseluruhan, terutama jantung, depresi, alzheimer, dan diabetes.

Bahkan menurut hasil studi NU-Age project yang sempat dipresentasikan 2016 lalu, diet Mediterania pun dapat menurunkan kadar protein C-reaktif, yakni penanda inflamasi pada tubuh yang menyebabkan penuaan dan dapat menurunkan tingkat pengikisan tulang bagi penderita osteoporosis.

Tak hanya itu, manfaat menjalankan pola makan ala masyarakat Mediterania, yaitu mampu menjaga kesehatan otak.

Mengutip Eat This, penelitian yang diterbitkan British Journal of Nutrition tersebut, telah mengamati lebih dari 900 orang dewasa yang mengalami penurunan kognitif otak selama sekitar 3 tahun.

Para peneliti pun memberikan skor diet dari setiap orang berdasarkan seberapa dekat pilihan makanan mereka dengan prinsip-prinsip diet Mediterania.

Mereka juga membandingkan dengan ukuran kesehatan kognitif; khususnya pada fungsi memori, bahasa, persepsi visual, dan fungsi eksekutif.

Banyak orang yang asal melakukan diet. Padahal, diet yang salah justru tidak akan membawa hasil dan manfaat dan malah menyebabkan banyak masalah kesehatan.
Banyak orang yang asal melakukan diet. Padahal, diet yang salah justru tidak akan membawa hasil dan manfaat dan malah menyebabkan banyak masalah kesehatan. (Istimewa)

Dari survei tersebut, para peneliti menemukan bahwa kepatuhan dalam menjalankan diet Mediterania berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif otak yang jauh lebih lambat.

Faktanya, mereka yang memiliki skor diet Mediterania 10 poin lebih tinggi (pada skala 0-55) mengalami penurunan kognitif 7 persen lebih lambat dalam kurun waktu satu tahun.

Halaman
1234
Sumber: Kompas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved