Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Trenggalek

Sukseskan 0 Persen Kemiskinan Ekstrem Tahun 2024, Trenggalek Pilah Data Usia Produktif Petani

Untuk mensukseskan 0 persen kemiskinan ekstrem tahun 2024, Trenggalek pilah data usia produktif para petani.

TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra
Petani di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, mengantre untuk mendapatkan pupuk organik cair gratis, Kamis (3/8/2023). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, Pemerintah Kabupaten Trenggalek fokus mengentaskan kemiskinan ekstrem hingga 0 persen pada tahun 2024.

Salah satu yang menjadi prioritas Pemkab Trenggalek adalah pengentasan kemiskinan ekstrem di kalangan petani.

Sejumlah skenario telah dicanangkan oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mulai dari pemilahan data kemiskinan ekstrem, hingga membiayai bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani yang masuk dalam data kemiskinan ekstrem

Mas Ipin, sapaan akrab Mochamad Nur Arifin, menyebutkan, saat ini jumlah masyarakat Bumi Menak Sopal yang masuk dalam kategori miskin ekstrem lebih kurang 10 ribu orang.

"Ada yang petani, lansia, ODGJ, dan lainnya. Nanti akan dipilah mana yang sudah tidak produktif mana yang masih usia produktif," ucap Mas Ipin, Kamis (3/8/2023).

Data tersebut akan diidentifikasi oleh Dinas Pertanian melalui penyuluh yang ada di lapangan.

Bagi yang masuk usia produktif, Pemkab Trenggalek akan menyediakan program sesuai dengan kondisi petani tersebut salah satunya adalah budi daya ubi gading.

"Ini varietas ubi baru yang tahan cuaca, dan tidak butuh banyak air. Ubinya seperti ubi cilembu, lebih mudah cara perawatannya. Itu nanti yang ditanam atau bisa dengan green house," lanjutnya.

Baca juga: Berkah Kemarau Bagi Petani Semangka di Lamongan, Tiap Hektar Panen 18 Ton, Jadi Rebutan Tengkulak

Suami Novita Hardini ini juga menyiapkan subsidi bunga bagi petani yang mengakses KUR (Kredit Usaha Rakyat) jika memang ingin mulai melakukan budi daya.

"Bisa untuk membuat green house, untuk menanam produk pertanian seperti buah atau hortikultura lainnya, lewat peternakan atau seperti apa, kita maksimalkan," tutup Mas Ipin.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved