Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Pasuruan

Orangtua di Pasuruan Syok Telinga Anaknya Putus saat Ngaji, Digigit Teman Gegara Masalah Baca Diba’

Tengah viral di media sosial kasus telinga bocah Pasuruan putus digigit teman. Peristiwa ini disebut terjadi di Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Mujib Anwar
Instagram.com/@kodil_027
Orangtua di Pasuruan Syok Telinga Anaknya Putus saat Ngaji, Digigit Teman Gegara Masalah Baca Diba’ 

TRIBUNJATIM.COM - Tengah viral di media sosial kasus telinga bocah Pasuruan putus digigit teman.

Peristiwa ini disebut terjadi di Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Orangtua bocah Pasuruan itu pun syok mendengar kabar mengenai anaknya.

Alasan di balik peristiwa itu terkuak.

Baca juga: Anak Bantai Ibu Lalu Aniaya Ayah, Sakit Hati Gegara 1 Kalimat, Warga Dobrak Pintu Dengar Teriakan

Insiden itu bermula saat korban berinisial K dan pelaku berinisial H tengah mengaji, seperti dikutip TribunJatim.com dari TribunMedan.

Saat itu, guru mengaji menyuruh korban dan pelaku untuk membaca diba’.

Diba merupakan tradisi membaca atau melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad.

Lantaran bacaan diba’ itu terlalu panjang, guru ngaji tersebut kemudian membagi tugas.

Korban dan pelaku diminta membacanya secara bergantian.

Baca juga: Ajak Ketemuan di Warung Kosong, Pria Mojokerto Malah Aniaya Eks Istri Pakai Cutter, Motifnya Terkuak

Ketika korban akan membaca diba’ tersebut, korban meminta pelaku mendengarkannya.

Namun pelaku berinisial H itu tidak mau mendengarkan bacaan korban.

Hal itulah yang kemudian menghadirkan pertikaian diantara keduanya.

Alhasil pelaku menggigit telinga sebelah kiri korban sampai putus.

Akibat kejadian itu, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Bugul Kidul.

Setelah itu, teman-teman mereka langsung memberi tahu orangtua korban bahwa telinga Khoirul putus akibat berkelahi.

Baca juga: Dulu Aniaya Penjual Nanas di Driyorejo hingga Tewas, 4 Pesilat di Gresik Kini Kena Nasib Buruk

Atas insiden ini, orangtua korban melaporkan pelaku ke Polres Pasuruan Kota.

Kini kasus tersebut ditangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pasuruan Kota.

Sementara itu, Kanit PPA Satreskrim Polres Pasuruan Kota, Aipda Deni Wahyu Pramindarko, mengatakan bahwa pihaknya tengah memanggil para saksi untuk memberikan keterangan.

Insiden putusnya telinga bocah laki-laki di Kota Pasuruan akibat digigit oleh temannya sendiri tersebut, viral di media sosial.

Adapun salah satu akun yang membagikan kondisi korban setelah telinganya putus diunggah oleh akun Instagram @kodil_027.

Bahkan terlihat dalam unggahan @kodil_027 itu, terlihat potongan daun telinga korban yang terputus.

Baca juga: Demi Bela Pacar, Pelajar MTs di Jember Aniaya Siswa SMP hingga Muntah Darah, Nasib 4 Pelajar Ngenes

"Peristiwa mengerikan dialami seorang bocah asal Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Perkelahian dengan teman di tempat mengaji berakibat fatal. Daun telinga sebelah kiri bocah berusia 13 tahun itu digigit sampai putus," isi narasi dalam keterangan unggahan itu.

Sontak unggahan itu ramai dikomentari oleh warganet.

Tak sedikit dari mereka prihatin dengan kondisi bocah tersebut.

"Y alloh.. jd penasaran seberapa tajam itu giiginya sampe bisa putus begitu.. pengaruh apa coba skr bnyak anak" d bwah umur sdh pada melakukan kekerasan," tulis @rhestycha.

"Jangan sampai ada damai pake materai! Orang tua pelaku harus tanggung jawab," tulis @jehanarabigail.

"Kurang nya pengawasan dr orang tua dan seringny orang tua membela anak yg salah, dan kalo sudah seperti ini pihak orang tua hanya punya modal maaf maaf dan maaf," tulis @aguss1275.

Baca juga: Tampang Praka RM, Paspampres yang Aniaya Imam Masykur Pemuda Aceh hingga Tewas, Kini Diamankan

Sementara itu, sekeluarga yang terdiri dari pasangan suami istri dan seorang anak di Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara, ditangkap polisi karena menganiaya tetangganya, SS (28), Selasa (22/8/2023).

Peristiwa dipicu lantaran pelaku tersinggung, anjingnya diusir korban menggunakan pelepah kelapa sawit.

Kasi Humas Polres Labuhanbatu Iptu Parlando Napitupulu mengatakan, inisial pasutri PS (58) dan RU (55), sedangkan anaknya KS (14). 

Peristiwa bermula sekitar pukul 01.00 WIB, kala itu korban baru pulang ke rumahnya di Desa Sennah, Kecamatan Pangkatan, Labuhan Batu.

"Saat hendak masuk ke rumah, anjing milik pelaku menggonggong ke arah korban, yang kemudian korban mencoba mengusir anjing tersebut dengan sebatang pelepah kelapa sawit," ujar Parlando dalam keterangannya, Kamis (24/8/2023)

Baca juga: Hanya karena Tak Disapa, Anak Ketua DPRD Aniaya Pelajar sampai Tewas, Ibu Korban Nangis Histeris

Kata Parlando, RU yang melihat kejadian itu tersinggung lalu dia memukul korban menggunakan gagang sapu yang berada di dekatnya.

Saat itu korban langsung melawan RU.

Melihat kejadian itu, PS yang merupakan istri RU ikut menyerang korban.

"Dalam situasi ini, pelaku KS, anak pelaku, lari ke dapur dan mengambil sebilah parang, dengan parang tersebut, KS mengayunkan ke arah kepala korban sebanyak dua kali. Akibat serangan brutal ini, korban mengalami luka robek pada kepala," ujar Parlando.

Setelah itu korban dibawa ke Klinik Bidan Desa di Desa Sennah, Pangkatan.

Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke polisi. Keesokan harinya ketiga pelaku langsung ditangkap.

Mereka kini ditahan di Mapolres Labuhanbatu guna menjalani hukuman lebih lanjut.

Informasi lengkap dan menarik lainnya hanya di Googlenews TribunJatim.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved