Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pemilu 2024

Kisah Driver Ojol dan ART yang Nekat Maju Meski Modal Kampanye Minim: Sering Dimintai Sembako

Kisah calon anggota legislatif (Caleg) yang berasal dari profesi ojek online dan juga Asisten Rumah Tangga (ART).

Editor: Torik Aqua
Kompas.com
Kisah driver ojol dan Asisten Rumah Tangga (ART) yang maju sebagai caleg, modal kampanye minim sampai dibandingkan 

Lain halnya dengan Rusli (54).

Pria tersebut merupakan caleg DPRD DKI Jakarta daerah pemilih (Dapil) IV Partai Buruh.

Dalam kesehariannya, Rusli berprofesi sebagai pengemudi ojek online (ojol) sejak 2016 hingga sekarang.

Pendidikan terakhirnya adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) 51 Jakarta Timur angkatan 1989.

Dalam sesi wawancara di sebuah saung wilayah Balekambang, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (17/1/2024), Rusli mengungkapkan bahwa ia merupakan kepala rumah tangga dari seorang istri dan tiga anaknya.

 Calon legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta daerah pemilih (Dapil) IV dari Partai Buruh, Rusli (54), saat ditemui di Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (17/1/2024).(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)
Calon legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta daerah pemilih (Dapil) IV dari Partai Buruh, Rusli (54), saat ditemui di Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (17/1/2024).(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI) ()

 

Banyak hal yang mendorong Rusli menjadi Caleg DPRD DKI Jakarta, terutama untuk memperjuangkan hak-hak para buruh yang termarginalkan oleh penguasa.

Di lain sisi, permasalahan terbesarnya menjadi caleg adalah minimnya dana kampanye.

"Ini yang menjadi masalah besar saya dan teman-teman ojol lain (yang juga menjadi caleg) Kenapa? Ojol ini sekarang orderannya sedang susah. Kadang cuma dapat tiga orderan, apek,” ungkap Rusli dikutip dar Kompas.com.

“Tapi harus bayar kontrakan, harus beli pulsa, harus beli bensin, servis motor, anak pulang minta makan, istri nanti tagih uang. Terkadang. sampai di rumah malah dipunggungin istri, dia enggak mau menghadapi kita karena enggak bawa duit, mau ngapain? Sampai seperti itu,” tutur Rusli lagi.

Oleh karena itu, Rusli terkadang hanya mangandalkan orang-orang terdekat yang ingin membantunya tanpa pamrih.

Secara terpaksa, ia juga harus memasang APK-nya sendiri selepas mencari rezeki.

Kini, Rusli blusukan seorang diri ke dapilnya.

Ia berupaya menyerap keluhan warga meski terkadang ujung-ujungnya meminta sembako gratis lalu dibanding-bandingkan dengan caleg lain.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com 

Berita viral lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved