Berita Surabaya
Inspirasi Kartini, Ajak Perempuan Sehat Melalui Manfaat Olahraga Pound Fit
Inspirasi Kartini, Ajak Perempuan Sehat Melalui Manfaat Olahraga Pound Fit kini kian populer
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Olahraga pound fit menjadi kian populer di kalangan perempuan. Mengisi Hari Kartini yang diperingati setiap 21 april, olahraga pound fit digelar unik dengan menggunakan busana kebaya maupun adat tradisional.
Sebanyak 51 perempuan muda hingga dewasa berolahraga pound fit berkebaya yang dipandu oleh pound pro (sebutan instruktur pound fit) Anastasia Savitri.
“Memang kebetulan jadwalnya bertepatan dengan hari kartini. Kartini modern kan juga banyak aktivitas positiv salah satunya olahraga pound fit,” ungkap Anastasia Savitri kepada Tribun Jatim, Senin (22/4/2024).
Anastasia mengatakan, olahraga pound fit kali ini diikuti antusias para peserta yang telah menyiapkan berbagai model baju adat dan warna-warna cantik dari busana kebaya.
Meski menggunakan busana adat atau pun kebaya, para posses (sebutan bagi yang mengikuti olahraga pound fit) tetap aktif bergerak.
Baca juga: Gaungkan Gaya Hidup Sehat, Srikandi Ganjar Gelar Pound Fit, Zumba, dan Color Party di Sidoarjo
Para peserta yang didominasi perempuan tersebut tampil aktif melakukan berbagai gerakan selama olahraga berlangsung.
Mereka berolahraga menggunakan alat seperti stik drum atau yang disebut ripstix sebagai komponen utamanya.
Hal itu juga yang menjadikan olahraga ini unik, karena gerakan-gerakan yang dilakukan seperti menabuh drum dan disesuaikan dengan ritme musik.
Pada umumnya olahraga pound fit dilakukan minimal 45 hingga 60 menit dengan gerakan yang bervariasi.
Olahraga ini bisa diikuti dua kali dalam seminggu oleh pemula, menyesuaikan kondisi tubuh masing-masing.
“Gerakannya pound fit energik, powerfull dan dengan teknik,” ucapnya.
Sebagai pound pro, Anastasia menyebut olahraga ini bisa dilakukan kapan saja.
Kerab kali perempuan berusia 38 tahun ini mengadakan jadwal reguler pound fit pada malam hari, dan pagi hari saat akhir pekan di berbagai kota-kota di Jawa Timur.
Ia menyebut kehadiran olahraga ini disebut sudah ada di Surabaya sekitar tahun 2017 dan semakin digandrungi sejak pandemi covid lalu.
Selain karena gerakan yang energik, unik dan dilakukan ramai-ramai, peminat olahraga ini kian meningkat seiring kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.
5 Tempat Wisata Hits di Surabaya Wajib Dikunjungi, Atlantis Land hingga Adventure Land Romokalisari |
![]() |
---|
Sosok Suami Tumini yang 15 Tahun Tinggal Ponten Umum, Nasib Kini Harus Pindah, Bakal Dapat Bantuan |
![]() |
---|
Nasib Pengantin Nyaris Gagal Nikah Gegara Ditipu WO hingga Rugi Rp 74 Juta, Sosok Pelaku Terungkap |
![]() |
---|
Beda Cara Eri Cahyadi & Dedi Mulyadi Bina Anak Nakal, Jabar Ada Barak Militer, Surabaya Buka Asrama |
![]() |
---|
Lokasi Jan Hwa Diana Sembunyikan 108 Ijazah Eks Karyawan Terjawab, Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.