Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Ponorogo

Kondisi Kelas Memprihatinkan, Sebagian Siswa SDN 2 Karangpatihan Ponorogo Belajar dengan Rasa Waswas

Kondisi kelas memprihatinkan, siswa kelas 4 dan 5 SDN 2 Karangpatihan Ponorogo terpaksa belajar di bawah kekhawatiran. 

Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Pramita Kusumaningrum
Kondisi ruang kelas 5 SDN 2 Karangpatihan Ponorogo yang memprihatinkan, karena banyak terjadi kerusakan bangunan, Senin (22/7/2024). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Pramita Kusumaningrum

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Sebagian siswa SDN 2 Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), harus belajar di bawah kekhawatiran, Senin (22/7/2024).

Bagaimana tidak, para siswa terpaksa belajar di ruang kelas yang rusak.

Mereka yang belajar di bawah kekhawatiran adalah siswa kelas 4 dan kelas 5.

Pantauan Tribunjatim.com di lokasi, gedung utama milik SDN 2 Karangpatihan rusak semua.

Hanya menyisakan ruang kelas 6 dan ruang guru yang telah direhabilitas dengan Dana Alokasi Umum (DAU)

Siswa kelas 4 dan 5 terpaksa belajar di bawah kekhawatiran. Lantaran tidak ada pilihan lain, tak ada bangunan lain.

Sedangkan kelas 2 dan 3 belajar di kelas darurat. Lalu kelas 1 belajar di perpustakaan.

Untuk ruang kelas 5, sekilas ruangannya terlihat bagus.

Akan tetapi, atap plafonnya diberi penyangga agar tidak ambruk.

Kuda-kudanya tampak melengkung.

Sedangkan ruang kelas 4, plafonnya sudah dilepas oleh pihak sekolah. Lalu kuda-kudanya terlihat keropos dimakan rayap.

“Bisa dilihat sendiri. Kondisinya seperti itu (memprihatinkan). Gedung utama rusak semua. Tersisa ruang guru dan ruang kelas 6 yang bagus,” ungkap salah satu guru, Bambang Sutikno, Senin (22/7/2024).

Baca juga: 5 SDN di Ponorogo Nihil Siswa, Bupati Kang Giri Beber Data Dinas Pendidikan Terkait PPDB 2024

Bambang menyebutkan, kondisi gedung utama mengkhawatirkan.

Banyak kuda-kuda rapuh. Juga ada plafon terpaksa dipecahkan sekalian, agar tidak terjatuh.

Dindingnya pun banyak yang retak.

“Semua rusak, kelas 1, 2, 3, 4, 5. Tersisa kelas 6 dan ruang guru saja. Ya ada yang masih belajar di gedung utama dan memang mengkhawatirkan,” tambahnya,

Siswa yang terpaksa belajar di bawah kekhawatiran adalah siswa kelas 4. Di mana plafonnya telah dilepas.

“Kami lepas, sudah kesepakatan bersama. Dari pada dipertahanankan, malah ambruk nanti,” urainya.

Sedangkan di kelas 5 sudah diberi penyangga agar tidak ambruk.

“Harapannya dibangun ulang semua,” tegasnya.

Salah satu siswa, Khalista Putri Intan Aulia mengaku khawatir dengan kondisi kelasnya.

“Kayu mau roboh, terus gelap takut gitu, ya agak takut. Kayunya mau roboh, tetap belajar, ya khawatir kalo kejatuhan,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved