Berita Ponorogo
TMMD 121, Wujudkan Asa Warga Desa Selur Ponorogo Dapat Jalan Mulus Dengan Gotong Royong
Layaknya desa yang berlokasi di pelosok, Desa Selur jauh dari infrakstruktur yang memadai
Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Samsul Arifin
Pernikahan dini harus seger dipangkas. Karena salah satu faktor menjadikan stunting. Walaupun bukan satu-satunya.
“Juga ada pelatihan membuat makanan bergizi dan seimbang. Tentu warga sangat perlu, mencegah bagaimana agar bayi yang dilahirkan tidak stunting” urainya.
Gotong Royong Pemkab, Pemdes dan TNI Wujudkan TMMD di Ponorogo
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko menjelaskan TMMD 121 di Desa Selur Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo tidak mungkin terwujud jika hanya dilakukan beberapa orang saja.
Sasaran demi sasaran terwujud karena adanya gotong royong. Dia kemudian mengutip tentang kata-kata yang sempat dilontarkan oleh Bapak Proklamator Indonesia, Soekarno.
“Bung Karno pernah bilang Jika Pancasila diperas pada satu pasa. Pasa yang mampu mewakili pribadi, 5 pasa adalah gotong royong” kata Kang Giri—sapaan akrab—Sugiri Sancoko mengutip apa yang dikatakan Bung Karno.
Jabarannya adalah tidak akan terwujud goyong royong manakala tidak ada rasa Ketuhanan. Tidak akan terwujud goyong royong manakala tidak ada rasa kemanusiaan
Tidak akan terwujud goyong royong manakala tidak ada rasa persatuan. Tidak akan terwujud goyong royong manakala tidak ada rasa keadilan. Tidak akan terwujud goyong royong manakala tidak ada rasa kerakyatan.
“Oleh karena itu TMMD adalah bentuk komitmen gotong royong implementasikan yang ada adalah gotong royong. Ini cara TNI mempercepat pembangunan,” tambahnya.
Dari data yang ada bahwa luasan Kecamatan Ngrayun 1/5 dari luas total bumi teog. Ruas jalan pun sangat panjang.
“Dari panjang yang ada bahwa banyak yang jelek. Tetapi yang baik juga ada. Saya mimpi besar suatu saat dengan cara ini (TMMD) menjadi desa yang joss,” tambahnya.
Dandim 0802 Ponorogo, Letkol Inf Dwi Soerjono mengaku memilih Desa Selur sesuai dengan syarat diikutkan TMMD adalah terpencil, tertinggal dan terisolasi.
Letkol Inf Dwi menyebutkan bahwa pembangunan di Desa Selur masih jauh dari kata layak. Terutama akses jalan utama bagi warga Desa Selur.
“Tujuan kami memudahkan mobilisasi masyarakat dalam hal mengangkut hasil pertanian. Juga tentang anak-anak siswa ke sekolah mendapatkan jalan yang lebih layak,” bebernya
Sehingga, TMMD ke 121 hadir. Dimana ada 21 titik sasaran. Dengan 8 titik dibangun dengan APBD dan 13 titik dengan APBDes. Sementara TNI membantu operasionalnya.
Total ada 150 prajurit diterjunkan. Terdiri dari anggota Kodim 0802 Ponorogo, Batalyon Infanteri 511/Dibyatara Yodha, Batalyon Kavaleri 3/Andhaka Cakti atau Yon Kav 3/Tank Malang.
Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina disingkat Yon Zipur 5/ABW dan Pasmar Parangpilang. “Semua bergotong royong,” tambah Letkol Inf Dwi
Menurutnya, target selesai total pada 30 hari. Dimana hari Minggu tetap ada pekerjaan. 3 pekan telah ramoung oekerjaan serta 1 pekan untuk finsihing.
“Kalau berapa yang tergabung ada banyak. Gotong rotong masyarakat luar bisa. Setiap hari 300 sampai 400 warga terjun membantu kami,” pungkasnya.
Sosok Kepala SMK 2 PGRI Ponorogo yang Rugikan Negara hingga Rp 25 M, 11 Bus dan Pajero Sport Disita |
![]() |
---|
Dukung Swasembada Pangan, Polres Ponorogo Sediakan Lahan 31 Hektar Untuk Tanam Jagung |
![]() |
---|
Wawancara Eksklusif Dirut RSUD dr Harjono Ponorogo :Bangun IGD Terpadu Hingga Rumah Sakit Rasa Hotel |
![]() |
---|
Wabah PMK di Ponorogo Masih Belum Landai, Penutupan Pasar Hewan Diperpanjang |
![]() |
---|
Pengangguran yang Kecanduan Karaoke bersama LC di Ponorogo, Tak Kapok 4 kali Dipenjara Demi Nyanyi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.