Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Awalnya Malu, Nizam Jadi Tukang Bersih-bersih di Singapura Tak Menyangka Digaji Rp28 Juta Sebulan

Nizam tak menyangka bekerja sebagai tukang bersih-bersih mendapat gaji puluhan juta dalam sebulan. Awalnya ia malu.

Penulis: Arie Noer Rachmawati | Editor: Mujib Anwar
Dok. Sharil Nizam via Harian Metro Malaysia via KOMPAS.com
Nizam lulusan SMA tak malu jadi tukang bersih-bersih di Singapura. Ia tak menyangka digaji Rp28 juta sebulan. 

“Sebelumnya saya berbisnis makanan tapi bisnisnya kurang bagus sehingga saya memilih ke Singapura. Kebetulan adik ipar saya juga bekerja di Singapura,"

"Saya bekerja di sebuah restoran sebelum berhenti dari pekerjaan dan mencoba untuk menemukan berbagai pekerjaan baru tetapi tidak berhasil," jelas dia, sebagaimana dilansir Harian Metro Malaysia pada Rabu (4/9/2024), dikutip dari Kompas.com.

Nizam sempat menganggur selama 3-4 bulan sebelum ditawari pekerjaan sebagai tukang bersih-bersih.

"Awalnya saya malu karena kami tahu pekerjaan ini memiliki sentimen yang selalu dipandang sebelah mata dan kami masih muda. Tapi, menurut saya ini adalah penghidupan terbaik saya dan berusaha menjalankan pekerjaan dengan baik,"

"Lagi pula, faktor pendapatan juga cukup baik meski saya tidak pernah terpikir untuk bekerja sebagai tukang bersih-bersih,” ujarnya saat dihubungi Harian Metro Malaysia.

Nizam mengaku gemar membagikan aktivitas pekerjaannya di TikTok sebagai kenang-kenangan.

Ia pun sempat mendapat komentar negatif.

Baca juga: Gaji Dipotong Rp 150 Ribu Tiap Bulan, 273 Guru Marah Tak Dapat Apapun saat Pensiun, Koperasi Pailit

Termasuk ada warganet yang tidak percaya ia bekerja sebagai petugas kebersihan 

Sebab ia mendapat hasil 5A di Sijil Pelajaran Malaysia (SPM) delapan tahun lalu.

SPM atau Ijazah Pembelajaran Malaysia adalah ujian nasional yang dilakukan oleh Lembaga Penyelenggara Ujian Malaysia (MPM) untuk siswa kelas 5 atau Tingkatan 5.

SPM merupakan ujian akhir pendidikan menengah atas yang biasanya diambil siswa pada usia 17 tahun.

SPM menjadi syarat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Malaysia.

“Beberapa orang berkomentar 'Oh, hanya tukang bersih-bersih', tapi ketika dia tahu saya bekerja di Singapura, dia tanya apakah ada lowongan pekerjaan,"

"Ada juga yang bertanya mengapa saya tidak mencari pekerjaan lain atau pekerjaan di pemerintahan. Saya memilih cuek selama pekerjaan saya halal," jelasnya.

Nizam bercerita, ia dulu tidak memilih berkuliah karena masalah keuangan di keluarganya.

Ilustrasi cleaning service.
Ilustrasi cleaning service. (SHUTTERSTOCK via KOMPAS.com)
Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved