Berita Viral
Padahal Terbukti Tapi Kepsek yang Jual Seragam Rp 1,1 Juta ke Wali Murid Belum Disanksi
Meski pelanggaran kepsek sudah dinyatakan berat, dengan demikian, keputusan akhir terkait sanksi berada di tangan BKPSDM.
TRIBUNJATIM.COM - Nasib Kepala SD Negeri Ciledug Barat di Pamulang, Tangerang Selatan, yang terbukti menjual paket seragam sekolah kepada wali murid seharga Rp1,1 juta diungkap.
Meski terbukti melakukan pelanggaran, namun Kepsek itu hingga kini belum mendapatkan sanksi.
Pemeriksaan sudah dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Inspektorat Tangerang Selatan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan juga telah mengusulkan kepada BKPSDM agar kepala sekolah tersebut diproses sesuai aturan disiplin bagi aparatur sipil negara.
Baca juga: Satu Siswa dan Guru Mundur dari Sekolah Rakyat Jombang, Dinsos: Percayakan ke Kepsek
"Artinya meski sudah secara lisan, eksekusi sanksi itu belum diputuskan hari ini. Kami masih menunggu proses,” Kepala Disdikbud Tangsel Deden Deni saat ditemui di Rawa Buntu, Serpong, Kamis (31/7/2025).
Deden menjelaskan jika ada rekomendasi dari dinas.
“Iya, ada masukan (rekomendasi) dari dinas,” ujar Deden.
Meski pelanggaran sudah dinyatakan berat, dengan demikian, keputusan akhir terkait sanksi berada di tangan BKPSDM.
Dalam kasus seperti ini, sanksi yang bisa dijatuhkan meliputi penurunan pangkat hingga pencopotan dari jabatan.
“Kalau sanksi berat itu bisa menurunkan pangkat, terus bisa pemberhentian jabatan, macam-macam itu, hukumannya ada beberapa jenis,” jelas Deden.
Diketahui, kasus ini pertama kali mencuat setelah seorang wali murid, Nur Febri Susanti (38), mengaku diminta membayar seragam sebesar Rp 1,1 juta per anak oleh pihak sekolah.
Nur mengungkapkan, kedua anaknya merupakan siswa pindahan dari sekolah di Jakarta dan tak diperbolehkan menggunakan seragam lama.
Ia juga diminta mentransfer uang ke rekening pribadi kepala sekolah.
Dengan latar belakang ekonomi suami sebagai tukang parkir, Nur mengaku keberatan dengan total biaya seragam sebesar Rp 2,2 juta untuk dua anaknya.
Kepsek paksa wali murid
| Ucapan Saiful Mujani Jatuhkan Presiden Prabowo Dinilai Bentuk Kekecewaan Tidak Adanya Oposisi |
|
|---|
| Diduga Ganggu Istri Orang, Pria ini Ditemukan Tak Bernyawa di Semak-semak |
|
|---|
| Telanjur Nyamar Jadi Lelaki, Gadis ini Tak Sanggup Bayar Mahar Rp 250 Juta untuk Lamar Kekasih |
|
|---|
| Kekayaan dan Isi Garasi Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan, Tantang Dedi Mulyadi Bangun Daerahnya |
|
|---|
| Isu Bocoran Nama iPhone Lipat Apple Pertama, Bakal Dibekali Kamera di Bawah Layar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Nasib-SDN-Cilodan-akan-Ditutup-karena-Siswa-Sisa-36-Tak-Ada-Murid-Baru-Sejak-Tahun-2024.jpg)