Tak Lagi Hitung dengan Surat Suara Manual, Pilkades Banyuwangi akan Gunakan E-Voting

Sebanyak 130 desa di Banyuwangi direncanakan mengikuti Pilkades serentak 2027 dengan sistem e-voting

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
PILKADES DIGITAL - Ilustrasi Pilkades di Kabupaten Banyuwangi, Jatim. Rencana Pemkab Banyuwangi untuk melaksanakan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang akan digelar pada Oktober 2027 mendatang dengan sistem digital mulai berjalan, Rabu (10/6/2026).  

"Sampah organik yang telah dipilah kami manfaatkan sebagai media pakan maggot (Black Soldier Fly), pupuk kompos, dan pupuk organik cair. Maggot yang dihasilkan kemudian kami gunakan sebagai pakan ternak mandiri seperti ayam, bebek, dan lele yang dibudidayakan KSM, serta sisanya dijual ke peternak umum," beber Prasetyo.

Keberhasilan level kelurahan ini menuai apresiasi tinggi dari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Menurut Ipuk, Bakungan menjadi role model nyata bagaimana beban sampah kabupaten bisa dipangkas drastis dari unit pemerintahan terkecil.

"Bakungan ini menjadi contoh praktik baik (best practice) yang harus direplikasi oleh desa-desa lain di Banyuwangi. Kuncinya ada pada kepedulian warga. Jika sampah organiknya sudah selesai di tingkat kelurahan seperti ini, maka hanya sampah residu saja yang dikirim ke TPS 3R skala besar di Balak Songgon. Sampah bukan lagi problem, tapi manfaat," puji Ipuk.

Selain pengolahan fisik, Kelurahan Bakungan juga melakukan digitalisasi lingkungan lewat peluncuran aplikasi Abank Sayang (Bank Sampah Masyarakat Bakungan).

Aplikasi ini memodernisasi sistem bank sampah konvensional. Melalui Abank Sayang, seluruh proses pendaftaran nasabah, penimbangan sampah anorganik (seperti plastik dan botol), hingga konversi harga langsung tercatat rapi menjadi saldo digital di ponsel warga. Saat ini, terdapat 140 nasabah aktif yang terdiri dari ibu rumah tangga hingga murid sekolah dasar.

"Warga cukup membawa sampah yang sudah dipilah ke TPS 3R untuk ditimbang. Nilainya langsung masuk ke aplikasi sebagai saldo tabungan. Kapan pun warga mau, saldo tersebut bisa dicairkan dalam bentuk uang tunai atau ditukar dengan berbagai hadiah menarik," pungkas Prasetyo. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved