Geopark Bojonegoro Kini Miliki 21 Geosite, Siap Menuju UNESCO
Langkah ini tidak sekadar menambah destinasi, tetapi juga menegaskan Bojonegoro sebagai “Negeri Minyak”
Penulis: Misbahul Munir | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
Laporan Wartawan Tribunjatim Network Misbahul Munir
TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menambah jumlah geosite dari 16 menjadi 21 titik sebagai upaya memperkuat identitas daerah sebagai kota migas berbasis konservasi dan edukasi.
Langkah ini tidak sekadar menambah destinasi, tetapi juga menegaskan Bojonegoro sebagai “Negeri Minyak” dengan warisan geologi langka bernilai ilmiah, edukatif, dan sosial-budaya.
Penambahan tersebut tidak sekadar menambah titik destinasi, melainkan memperkuat identitas Bojonegoro sebagai “Negeri Minyak” yang memiliki warisan geologi langka yang bernilai, baik dari sisi ilmiah, edukatif, maupun sosial-budaya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro Achmad Gunawan mengatakan, penguatan Geopark Bojonegoro diarahkan untuk menegaskan kekhasan daerah yang tidak dimiliki wilayah lain, khususnya terkait sejarah panjang aktivitas migas.
“Sekarang Geopark Bojonegoro memiliki 21 geosite. Penambahan ini bukan hanya soal jumlah, tetapi bagaimana kita memperkuat identitas Bojonegoro melalui sejarah geologi migas, bentang alam, serta keterkaitannya dengan kehidupan masyarakat,” kata Gunawan, pada selasa (3/2/2026).
Baca juga: 315 Istri di Bojonegoro Gugat Cerai Suami yang Merantau usai Tahun Baru 2026
Identitas dan Fenomena Geologi
Menurut Gunawan, Bojonegoro menyimpan fenomena geologi unik, salah satunya keberadaan sumur minyak tua yang masih ditambang secara tradisional hingga saat ini.
Aktivitas tersebut menjadi bukti hidup perjalanan energi yang telah berlangsung ratusan tahun dan tumbuh berdampingan dengan dinamika sosial warga.
“Geosite di Bojonegoro tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga merekam jejak panjang peradaban energi. Ini adalah narasi yang jarang dimiliki daerah lain,” ujarnya.
Pengembangan Geopark Bojonegoro, lanjut Gunawan dirancang mengikuti prinsip geopark nasional dan internasional dengan menitikberatkan pada tiga pilar utama, yakni konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui geopark, pemerintah daerah mendorong agar kekayaan geologi tidak hanya dilestarikan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Baca juga: Empat Bocah di Bojonegoro Datangi Toko Emas Bawa Batu Dikira Giok, Ending Tak Terduaga saat Dicek
Mulai dari pengembangan wisata berbasis konservasi, penguatan ekonomi kreatif lokal, hingga peningkatan literasi kebumian.
“Geopark harus memberi dampak langsung. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian penting dalam pengelolaan dan pemanfaatannya,” kata Gunawan.
Dengan bertambahnya geosite dan penguatan konsep pengelolaan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimistis Geopark Bojonegoro dapat melangkah lebih jauh menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp).
Sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, komunitas, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama untuk mencapai target tersebut.
Geosite
Geopark
Pemkab Bojonegoro
berita bojonegoro hari ini
UNESCO
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| Ketua PC PMII Tuban Ngaku Dapat Teror Jelang Nobar Film Pesta Babi, Ada Orang Misterius Datang |
|
|---|
| Dulu Ingin Berhenti Kuliah, Siti Anak Petani Jadi Wisudawan Terbaik dan Sarjana Pertama di Keluarga |
|
|---|
| Daftar Kecamatan di Jember yang Rawan Terjadi Kebakaran Hutan, Ada Wuluhan |
|
|---|
| Yoga Bangun Harapan Lewat Ribuan Telur di Blitar |
|
|---|
| Syarat Sapi yang Lolos Kriteria Kurban Bantuan Presiden Prabowo, Harus Lokal dan Bebas PMK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Pemkab-Bojonegoro-menambah-dari-yang-awalnya-16-geosite-menjadi-21.jpg)