Protes Jalan Nasional di Manyar Gresik Rusak Parah Berbulan-bulan, Warga Pasang Spanduk Kekecewaan

Selain memasang spanduk, warga juga memberikan tanda jalan rusak dengan pilox warna putih serta pohon pisang.

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Alga W
Istimewa
PROTES - Warga di Jalan Raya Manyar protes soal jalan rusak, Jumat (20/2/2026) malam. Mereka khawatir semakin banyak korban. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM - Kondisi jalan nasional yang rusak di wilayah Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dikeluhkan oleh warga.

Sebagai bentuk protes, warga memasang sejumlah spanduk di ruas jalan nasional sepanjang Kecamatan Manyar yang mengalami kerusakan parah.

Baca juga: Kembali Meresahkan Warga, Aksi Perang Sarung Distop Polisi, 1 Pelaku & 4 Motor Diamankan

Jalan Raya Manyar merupakan akses mobilitas sehari-hari masyarakat.

Hingga awal Ramadan, jalan tak kunjung diperbaiki.

Sehingga kerap membuat para pengguna menjadi korban, terutama pengendara roda dua atau sepeda motor.

Sejumlah spanduk protes dipasang warga di sepanjang jalan yang berlombang dan lubang-lubang yang menganga.

Sejumlah tulisan pada spanduk tersebut dengan jelas menyuarakan kekecewaan warga.

Selain memasang spanduk, warga juga memberikan tanda jalan rusak dengan pilox warna putih serta pohon pisang.

"Kami melakukan aksi ini agar BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) dan Pemerintah segera melakukan perbaikan," ujar salah satu warga Kecamatan Manyar, Fajar Rubianto.

"Karena sudah banyak pengendara yang jatuh, menjadi korban akibat kondisi jalan rusak," imbuhnya.

Fajar, sapaan akrabnya, menuturkan, kondisi jalan rusak tersebut sudah berlangsung sekitar dua sampai tiga bulan.

Jika tidak segera diperbaiki, warga khawatir akan lebih banyak memakan korban jiwa.

Terutama di musim hujan dengan kondisi jalan semakin licin dan lubang-lubang tertutup genangan air.

"Kami berharap agar segera diperbaiki, agar tidak lebih banyak memakan korban lagi, terutama pengendara roda dua," kata dia.

Hal yang sama diungkapkan Rofik.

Menurutnya, meski jalan tersebut menjadi kewenangan pemerintah provinsi maupun pusat, setidaknya pemerintah daerah bisa melakukan perbaikan sementara, seperti perbaikan tambal sulam.

"Minimal setidaknya ditambal dulu lah, sambil menunggu perbaikan secara menyeluruh."

"Terutama di titik lokasi kerusakan yang paling parah dan sering terjadi kecelakaan akibat jalan rusak," kata dia.

Diketahui, aksi memasang spanduk di sekitar jalan rusak ini menjadi langkah peringatan dini bagi pengendara yang melintas karena rawan kecelakaan, terutama pada malam hari atau saat hujan.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved