Menjemput Lailatul Qadar dalam Tradisi Malam Selawe Sunan Giri Gresik

Tradisi Malam Selawe di Gresik merupakan peninggalan zaman Sunan Giri mengajak para santri itikaf di Masjid Ainul Yaqin Giri Gresik

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Willy Abraham
MALAM SELAWE GRESIK - Tradisi malam selawe di kawasan Sunan Giri Gresik, Sabtu (14/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Ribuan jamaah memadati kawasan religi Makam Sunan Giri saat tradisi Malam Selawe Ramadan 2026.
  • Jamaah melantunkan Surat Al-Ikhlas hingga 1.000 kali sebagai bentuk munajat mencari Lailatul Qadar.
  • Tradisi ratusan tahun ini juga berdampak pada ekonomi warga melalui ramainya pasar UMKM.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Suasana khidmat mewarnai tradisi Malam Selawe di kawasan religi Makam Sunan Giri, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Sabtu (14/3/2026) malam.

Tradisi Malam Selawe di Gresik merupakan peninggalan zaman Sunan Giri mengajak para santri itikaf di Masjid Ainul Yaqin Giri untuk mencari keutamaan malam Lailatulqadar.

Tradisi malam selawe yang dilaksanakan setiap malam ke-25 bulan Ramadan ini menjadi momen spiritual yang selalu dinantikan masyarakat.

Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati kompleks makam untuk berziarah, berdoa bersama, sekaligus mencari keberkahan di sepuluh hari terakhir Ramadan.

Baca juga: Tradisi Malam Selawe Gresik, Dari Itikaf Warisan Sunan Giri Hingga Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Tradisi Warisan Sunan Giri

Sejak malam hari, kawasan religi yang menjadi pusat dakwah salah satu tokoh penyebar Islam di Pulau Jawa itu dipenuhi jamaah. Suasana religius terasa kuat ketika lantunan doa, dzikir, dan sholawat menggema di sekitar kompleks makam.

Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 21.00 WIB dengan ziarah ke makam Sunan Giri, kemudian dilanjutkan dengan istighosah, dzikir, serta Mahalul Qiyam di Masjid Jami’ Ainul Yaqin.

Zikir 1.000 Surat Al-Ikhlas

Puncak tradisi Malam Selawe berlangsung ketika ribuan jamaah secara serentak melantunkan Surat Al-Ikhlas hingga 1.000 kali. 

Tradisi tersebut dipercaya sebagai bentuk munajat kepada Allah SWT untuk memohon keberkahan serta berharap bertemu malam Lailatul Qadar di sepuluh hari terakhir Ramadan.

Baca juga: Tradisi Rebo Wekasan, Pasar Bandeng hingga Malam Selawe Gresik Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Malam Selawe merupakan tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun dan menjadi bagian penting dari identitas religius masyarakat Gresik.

“Malam selawe tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga ekonomi. Pasar UMKM di Kebomas sangat ramai, membuktikan bahwa warisan para pendahulu membawa berkah nyata bagi masyarakat,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Yani.

Dampak Spiritual dan Ekonomi

Dalam momentum tersebut juga dilakukan penyerahan Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari kementerian terkait untuk kategori Malam Selawe Kupat Ketheg. 

Sebagai bentuk syukur sekaligus bagian dari tradisi, panitia menyediakan sekitar 2.000 porsi nasi kebuli dan 500 porsi kupat ketheg yang dibagikan kepada para jamaah yang hadir.

Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, jajaran Polres Gresik bersama unsur Forkopimda turut hadir dan melakukan pengamanan di kawasan religi tersebut.

Sebanyak 123 personel gabungan diterjunkan yang terdiri dari TNI–Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Damkar, tenaga medis dari Dinas Kesehatan, serta unsur organisasi kemasyarakatan seperti Banser dan Pemuda Pancasila.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved