Berita Gresik

Gresik Darurat Minyak Goreng, Minyak Goreng Subsidi dan Curah Langka seusai Lebaran

Pedagang di Pasar Baru Gresik, Jalan Gubernur Suryo, resah akibat stok minyak goreng langka dan harga naik tidak terkontrol.

Tayang:
Penulis: Sugiyono | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Sugiyono
PASAR - Suasana Paser Berau Gresik yang sepi pada siang hari dan kelangkaan minyak goreng, Minggu (5/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Setelah Idul Fitri 1447 H, stok minyak goreng di Pasar Baru Gresik menurun drastis, baik jenis premium maupun subsidi, sehingga harga naik signifikan (premium dari Rp19.500 menjadi sekitar Rp22.500 per liter).
  • Pengiriman minyak goreng subsidi oleh Bulog turun dari sekitar 750 dus per minggu menjadi hanya 250 dus, menyebabkan pasokan di pasar tradisional semakin terbatas.
  • Kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng membuat pedagang kecil, seperti penjual kerupuk, terpaksa menaikkan harga

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pedagang di Pasar Baru Gresik, Jalan Gubernur Suryo, resah akibat stok minyak goreng langka dan harga naik tidak terkontrol.

Akibatnya, pelaku usaha kecil ikut terdampak dan pasrah, Minggu (5/4/2026). 

Ketua Paguyuban Pasar Baru Gresik, Edy Chumaidi mengatakan, dalam sepekan setelah hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Pasar Baru kota Gresik terjadi kelangkaan minyak goreng. Baik jenis premium atau minyak goreng subsidi minyak kita. Akibatnya, harga naik melambung tinggi.

"Harga minyak goreng  sebelum lebaran jenis minyak goreng premium  satu liter harganya berkisar Rp 19.500. Tetapi, sekarang harga di kisaran Rp 22.500 itupun barangnya sangat sulit di dapat. Dan minyak goreng curah sekitar Rp 23.000 perkilo gramnya," kata Edy Chumaidi. 

Lebih lanjut Edy Chumaidi menambahkan, minyak goreng subsidi minyak kita, akhir ini setelah hari raya Idul Fitri 1447 H terjadi penurunan stock. 

Baca juga: 156.513 Warga Kabupaten Mojokerto Digerojok Bantuan Pangan 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak Goreng

Bulog yang ditunjuk sebagai distributor pengiriman minyak goreng subsid biasanya kirim 750 dus dalam satu pekan untuk pedagang Pasar Baru Gresik. Sekarang hanya 250 dus. 

 "Bulog yang ditunjuk sebagai distributor pengiriman minyak goreng subsidi minyak kita juga mengurangi jumlah pengiriman ke Pasar tradisional. Berkurang nya sangat signifikan," imbuhnya. 

Oleh karena itu, Edy berharap Bulog segera mengirim kembali kuota minyak goreng subsidi minyak kita ke pasar tradisional. "Kita berharap pengiriman minyak goreng subsidi ke pasar tradisional dikirim dengan jumlah yang lebih besar. Agar masyarakat kembali normal," katanya. 

Akibat kenaikan harga minyak goreng subsidi minyak kita, penjual kerupuk asal Gresik mengaku sangat terdampak akibat minyak goreng subsidi langka dan harga minyak goreng curah langka serta naik. 

"Minyak goreng curah dan subsidi mulai langka. Akibatnya, minyak goreng naik. Sehingga, kita jadi naik harga kerupuk dengan mengurangi isi kerupuk," kata seorang pedagang kerupuk cemilan yang enggan menyebutkan namanya.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved