Tradisi dan Budaya di Jatim

Tradisi Puter Kayun Banyuwangi, Ritual Napak Tilas Warga Boyolangu Menuju Pantai Watu Dodol

Digelar tiap 10 Syawal, tradisi Puter Kayun membawa warga Boyolangu Banyuwangi napak tilas ke Pantai Watu Dodol.

Tayang:
Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
Dok. banyuwangikab.go.id
TRADISI PUTER KAYUN - Warga Boyolangu Banyuwangi menapaki jejak leluhur Ki Buyut Jakso menuju Pantai Watu Dodol, merayakan kebersamaan dan warisan budaya dengan dokar hias dan ritual tabur bunga. 

Berkat kesaktiannya, jalan tersebut akhirnya berhasil dibuka.

Sejak peristiwa itu, wilayah tersebut dikenal dengan nama Watu Dodol yang berarti batu yang dibongkar. 

Sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, masyarakat Boyolangu kemudian melakukan perjalanan napak tilas menuju Pantai Watu Dodol setiap tahun.

Tradisi tersebut terus diwariskan dari generasi ke generasi sebagai simbol penghormatan terhadap jasa para pendahulu.

Baca juga: Mengenal Tradisi Pegon di Jember, Pawai Gerobak Sapi Menuju Pantai Watu Ulo Saat Lebaran Ketupat

Puter Kayun Banyuwangi, Ritual Napak Tilas Sambil Naik Dokar
Puter kayun Banyuwangi, ritual napak tilas sambil naik dokar (banyuwangikab.go.id)

Disebut Sebagai “Lebarannya Kusir Dokar”

Pada masa lalu, sebagian besar warga Boyolangu bekerja sebagai kusir dokar. Karena itu, kendaraan tradisional tersebut menjadi bagian penting tradisi Puter Kayun.

Dalam pelaksanaannya, warga menaiki dokar secara beriringan menuju Pantai Watu Dodol

Tradisi ini bahkan sering disebut sebagai “lebarannya kusir dokar” karena menjadi momen berkumpul para kusir setelah perayaan Idul Fitri.

Namun seiring perkembangan zaman, jumlah dokar di Banyuwangi semakin berkurang. 

Berkurangnya dokar tersebut terjadi karena profesi kusir perlahan mulai ditinggalkan masyarakat.

Meski demikian, masyarakat tetap mempertahankan tradisi Puter Kayu. 

Sebagian warga yang tidak menaiki dokar tetap mengikuti perjalanan menuju Watu Dodol menggunakan kendaraan lain seperti sepeda motor atau mobil.

Hal ini membuktikan bahwa esensi Puter Kayun bukan terletak pada kendaraannya, melainkan pada makna napak tilas dan kebersamaan masyarakat.

Selamatan dan Tabur Bunga di Pantai Watu Dodol

Setelah perjalanan sekitar 15 kilometer, rombongan warga tiba di Pantai Watu Dodol

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved