Cara Ajukan Bansos Lewat Aplikasi Bagi Warga Jember yang Belum Pernah Menerima

Warga Jember yang belum pernah mendapat bantuan sosial padahal layak bisa mengajukan sendiri melalui aplikasi Cek Bansos.

Tayang:
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
AJUKAN BANSOS (Arsip) - Ilustrasi warga mengurus pendaftaran bansos digital. Warga Jember yang belum pernah mendapat bantuan sosial padahal layak bisa mengajukan sendiri melalui aplikasi Cek Bansos, Rabu (29/4/2026). 

Tak hanya itu, fitur sanggah juga tersedia bagi masyarakat yang menilai penerima bansos tidak layak.

Proses pengajuan selanjutnya, terang Rizqi, akan diverifikasi oleh pendamping sosial melalui pengecekan lapangan (ground check) sebelum diproses lebih lanjut di tingkat pusat.

“Pendamping hanya memotret kondisi sesuai data, bukan langsung menentukan berubah atau tidak,” urainya.

Baca juga: Hasil Verval Data Kemiskinan Jember Bongkar Ada Ribuan Warga Terindikasi Mampu Tapi Terima Bantuan

Pengajuan Bisa Lewat Operator Desa

Sementara itu, Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Jember, Otong Muji Nugroho, menilai pengajuan lewat aplikasi menjadi cara paling cepat dibanding jalur administratif desa.

Ia menyebut, pengajuan melalui desa kerap memakan waktu lebih lama.

“Kalau lewat desa terlalu lama, lebih baik lewat aplikasi,” tutur Otong.

Namun, operator desa tetap memiliki peran penting dalam proses verifikasi lanjutan.

Di sisi lain, mekanisme ini menuai kritik karena dinilai terlalu bergantung pada kesadaran warga dan kinerja operator desa.

Anggota Komisi D DPRD Jember, Ahmad Birbik Munajil Hayat, menyoroti lemahnya peran operator desa dalam menindaklanjuti usulan.

“Operator desa ini kuncinya, tapi kenyataannya tergantung siapa yang menjalankan,” ucap dia.

Birbik menambahkan, seharusnya pengajuan warga dibahas dalam musyawarah desa sebelum diproses lebih lanjut.

“Data yang masuk itu harus dibahas di musyawarah desa,” kata politikus Partai Golkar itu.

Baca juga: Bupati Jember Gus Fawait Langsung Pimpin Pro Gus’e, Baru Pulih usai 4 Hari Dirawat di Rumah Sakit

Risiko Ketimpangan Akses

Kondisi ini memunculkan risiko ketimpangan akses di tengah masyarakat.

Warga yang memiliki ponsel dan literasi digital lebih mudah mengakses bansos, sementara kelompok rentan berpotensi tertinggal.

Padahal, jumlah penduduk miskin di Jember mencapai 216.760 jiwa, dengan 97.601 keluarga masuk kategori desil 1 sebagai prioritas bantuan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved