Berita Kesehatan
Dokter Spesialis Paru Ungkap Risiko Serius Sleep Apnea: 75 Persen Berujung Pada Stroke
Dokter spesialis paru Ignatius Hanny Handoko Tanuwijaya mengingatkan gangguan tidur seperti sleep apnea dapat berdampak serius bagi kesehatan.
Sementara itu, dokter spesialis saraf Neimy Novitasari menjelaskan layanan di pusat ini mencakup pemeriksaan hingga terapi lanjutan. Setiap pasien akan mendapatkan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
“Kurang tidur dalam satu malam tidak bisa langsung diganti. Tubuh membutuhkan waktu hingga dua hingga tiga hari untuk memulihkan kondisi tersebut. Karena itu, edukasi menjadi bagian penting dalam penanganan gangguan tidur,” terangnya.
Dia juga menyebut teknologi seperti perangkat pemantau tidur dapat membantu deteksi awal gangguan tidur. Kehadiran pusat layanan ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kualitas tidur.
Dengan layanan ini, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa tidur berkualitas merupakan bagian penting dari kesehatan jangka panjang. Selain menjaga fungsi tubuh, tidur yang baik juga berperan dalam meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| Gejala Kanker Ginjal yang Perlu Diwaspadai, Cegah Terserang Penyakit di Bawah Usia 35 Tahun |
|
|---|
| Waspada Lonjakan ISPA Pasca Haji dan Musim Liburan, ini Penjelasan Dokter Spesialis Paru RS Premier |
|
|---|
| Sering Dikira Serangan Jantung Padahal Regurgitasi, Cek 4 Fakta Penyakit GERD yang Perlu Diketahui |
|
|---|
| Cegah Osteoporosis Lewat 10.000 Langkah Menuju Tulang Kuat, Ribuan Orang Jalan Kaki di Surabaya |
|
|---|
| Revolusi Layanan Kesehatan dengan AI: Seberapa Aman? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Dokter-spesialis-paru-Ignatius-Hanny-Handoko-Tanuwijaya-mengingatkan-gangguan.jpg)