Lebaran 2026

Libur Lebaran di Malang Diprediksi Padat, Polisi Antisipasi Kemacetan hingga Anomali Parkir

Libur panjang Lebaran diprediksi membawa lonjakan aktivitas masyarakat di Kota Malang. Aparat kepolisian bersama Pemerintah Kota Malang

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Purwanto
Arus lalu lintas di kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang terpantau padat merayap menjelang arus mudik lebaran pada Kamis (12/3/2026). 

"Semakin tinggi mobilitas masyarakat, maka semakin tinggi pula konsumsi dan aktivitas ekonomi,"

"Dampaknya adalah munculnya tantangan lain seperti pengelolaan parkir, pengelolaan sampah, hingga inflasi musiman yang perlu kita kendalikan bersama," jelasnya.

Selain itu, tantangan lain yang turut diantisipasi adalah pengelolaan sampah yang meningkat selama periode liburan, terutama di kawasan wisata dan pusat kuliner.

Sementara tantangan kelima adalah potensi inflasi temporer atau inflasi musiman yang kerap muncul akibat meningkatnya permintaan barang dan jasa menjelang dan selama Lebaran.

Meski demikian, Putu Kholis menilai momentum libur panjang juga dapat menjadi peluang positif bagi perekonomian daerah jika dikelola dengan baik.

"Jika kita mampu bersinergi dan mengelola situasi dengan baik, maka momentum libur panjang ini juga dapat menjadi peluang pertumbuhan ekonomi serta menunjukkan bahwa Malang adalah kota yang aman, ramah bagi wisatawan, dan nyaman bagi warganya," ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan Pemerintah Kota Malang bersama TNI/Polri telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman.

Sebagai kota transit menuju destinasi wisata di Kota Batu dan Kabupaten Malang, sejumlah titik diperkirakan menjadi pusat kepadatan. 

Di antaranya ruas jalan utama, kawasan pusat perbelanjaan, destinasi wisata hingga kawasan kuliner populer seperti Kayutangan Heritage.

"Kami juga menyiapkan tim pengurai kemacetan yang akan bergerak secara mobile untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, terutama di pusat keramaian dan kawasan kuliner," kata Wahyu.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru tahun ini, pengamanan di Kota Malang melibatkan ribuan personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, relawan, hingga supeltas.

Selain itu, patroli bersama juga dilakukan oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga unsur kelurahan dan RT/RW untuk menjaga keamanan lingkungan, termasuk mengantisipasi rumah kosong yang ditinggal mudik oleh pemiliknya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved