Muhammadiyah Soroti Pentingnya Kemitraan dan Harmonisasi Sosial di HUT ke-112 Kota Malang
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang menjadi momentum refleksi bagi berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan.
Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Peringatan HUT ke-112 Kota Malang menjadi momentum refleksi pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan.
- Ketua Muhammadiyah Kota Malang, Abdul Haris, menekankan kemitraan, harmonisasi sosial, dan penguatan SDM.
- DPRD menyoroti pentingnya sinergi antar perangkat daerah untuk menghindari pemborosan dan meningkatkan efektivitas program.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang menjadi momentum refleksi bagi berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Malang, Abdul Haris, menyoroti pentingnya penguatan kemitraan dan harmonisasi sosial dalam pembangunan kota.
Menurut Abdul Haris, Kota Malang memiliki potensi besar sebagai kota pendidikan dengan banyaknya sekolah dan perguruan tinggi. Potensi tersebut, kata dia, perlu dioptimalkan melalui kemitraan yang lebih erat antara pemerintah, akademisi, dan organisasi masyarakat.
“Potensi akademik Kota Malang luar biasa. Ini perlu ditingkatkan kemitraannya, termasuk dengan organisasi kemasyarakatan,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan harmonisasi sosial di tengah masyarakat yang semakin beragam. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga dinilai harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor.
Dalam konteks kehidupan beragama, Abdul Haris mengingatkan agar pemerintah turut menjaga suasana kota tetap kondusif, termasuk dengan tidak membuka ruang bagi berkembangnya tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan kemaksiatan.
Baca juga: Larung Ketupat Pantai Bajul Mati Malang, Tradisi Simbol Syukur dan Kebersamaan Warga Pesisir
Ia juga menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan yang sistematis dan berkelanjutan. Menurutnya, selama ini arah kebijakan kerap berubah seiring pergantian kepemimpinan, sehingga belum terbentuk peta jalan (road map) jangka panjang yang konsisten.
“Perlu ada perencanaan yang berkelanjutan, tidak berganti-ganti setiap pergantian pimpinan,” katanya.
Di sektor lingkungan, ia mendorong adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi politik dan lembaga keagamaan. Pengaturan pembangunan juga diharapkan lebih ramah lingkungan.
Lebih lanjut, Abdul Haris menekankan pentingnya dialog antarumat beragama maupun internal umat untuk memperkuat pemahaman dan mencegah prasangka.
“Dialog perlu diperbanyak, baik internal maupun antarumat beragama, agar tidak saling berburuk sangka,” ujarnya.
Ia menambahkan, Muhammadiyah siap berperan lebih aktif dalam persoalan publik, baik melalui pemikiran maupun aksi nyata, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan keagamaan.
“Selama ini komunikasi belum banyak dilakukan, sehingga pemerintah dan masyarakat berjalan sendiri-sendiri. Ke depan harus lebih bersinergi,” katanya.
Menutup pernyataannya, Abdul Haris menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-112 Kota Malang, seraya berharap kota ini semakin maju.
| Sampah Medis Ditemukan di Irigasi Kota Malang, Dinkes dan DLH Lakukan Penyelidikan |
|
|---|
| Perosotan di Alun-alun Merdeka Malang Rusak, DLH Bakal Batasi Waktu Bermain |
|
|---|
| Playground Alun-alun Merdeka Malang Rusak, DLH Sebut Kurangnya Pengawas |
|
|---|
| Warga Malang Antusias Sambut Adanya Feeder, Harap Rute Bisa Masuk Perumahan |
|
|---|
| Kebakaran Gudang Rokok di Malang Ternyata Rekayasa Pelaku Penggelapan untuk Hapus Bukti |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ketua-Pimpinan-Daerah-Muhammadiyah-Kota-Malang-Abdul-Haris.jpg)