Puncak Musim Kemarau Diprediksi Bulan Agustus, Ini Himbauan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso

BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Kabupaten Malang memperkirakan bulan Agustus merupakan puncak musim kemarau.

Puncak Musim Kemarau Diprediksi Bulan Agustus, Ini Himbauan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso
serambinews.com
Ilustrasi kemarau 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Kabupaten Malang memperkirakan bulan Agustus merupakan puncak musim kemarau.

Imbas dari kondisi tersebut, suhu dingin hingga mencapai 11 derajat celcius kemungkinan bisa saja terjadi di wilayah Malang Raya.

"Beberapa hari lalu suhu terendah masih tercatat di 16 derajat celsius. Apabila melihat penurunan suhu udara di akhir Juni hingga awal Juli kemarin, yang mencapai 14 derajat celsius. Seharusnya saat ini, sudah di bawahnya," ujar Analis dan Prakirawan Cuaca BMKG Karangploso Kabupaten Malang Anung Suprayitno, ketika dikonfirmasi, Jumat (9/8/2019).

Anung menambahkan, kemungkinan menurunnya suhu mencapai 11 derajat itu adalah melihat pada kondisi terdahulu yang pernah terjadi pada tahun 1994. Kala itu pada puncak kemarau suhu berada pada 11 derajat celcius.

"Kami berasumsi, memang suhu diprediksi bakal menurun. Imbas masuk puncak kemarau. Namun, sampai 11 derajat, dari 1994 belum pernah terulang lagi," jelas Anung kepada Tribunjatim.com.

Anung menghimbau, masyarakat harus mawas diri terhadap suhu dingin. Menjaga kondisi kesehatan dengan memakai baju tebal bisa jadi solusi preventif tangkal resiko kedinginan.

Mahasiswa Baru UIN Maliki Malang Mulai Masuk Mahad, Ada yang Bawa Koper hingga Boneka Besar

"Menuju puncak musim kemarau suhu bisa turun lagi, mohon waspada," tutur Anung kepada Tribunjatim.com.

Di sisi lain, dampak musim kemarau di Kabupaten Malang sudah terasa. Beberapa area sudah mengalami kesusahan mendapat air bersih hingga harus diberi bantuan.

Pamit Mundur dari NOAH, Uki Kenang Persahabatannya dengan Ariel Sejak SMP

Buntut Tarif Parkir Ilegal di Taman Suroboyo, Dishub Surabaya Amankan Jukir saat Operasi Gabungan

Baim Wong Tinggal di Pulau Terpencil Selama 3 Hari, Paula Verhoeven Tak Ikut Suami, Ini Alasannya

Seperti halnya di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Kondisi tersebut sudah terasa sejak beberapa minggu terakhir. Akibatnya masyarakat hanya bisa pasrah meratapi kekurangan air bersih di tempat tinggalnya.

Merespon hal tersebut, PMI Kabupaten Malang menerjunkan bantuan tangki air bersih bagi warga. Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang Mudji Utomo menerangkan, pihaknya bakal secara intens memberi bantuan air bersih bagi wilayah yang membutuhkan.

Ada 6 tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter disalurkan kepada masyrakat. Mudji menyebut, bantuan bisa membantu 3.900-an jiwa di sana. Meski masyarakat mendapat bantuan, Mudji menghimbau agar warga setempat menghemat pengunaan air.

"Kami berikan rutin. Terbaru pada hari ini (Jumat, 9/8/2019) kami beri bantuan air bersih satu tangki untuk warga Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan," terang Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang Mudji Utomo ketika dikonfirmasi. (ew/Tribunjatim.com)

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved