Breaking News:

Wali Kota Risma Tagih Utang BPJS Kesehatan 62,5 M, Lima Bulan Gaji Dokter dan Perawat Belum Dibayar 

Wali Kota Risma tagih utang BPJS Kesehatan 62,5 M. Lima bulan gahi dokter dan perawat belum dibayar.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Arie Noer Rachmawati
SURYA/SUGIHARTO
Rumah sakit milik Pemkot Surabaya, RS Soewandi Surabaya. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengirimkan surat tagihan resmi atas tunggakan utang BPJS Kesehatan ke Pemkot Surabaya.

Klaim dua rumah sakit milik Pemkot Surabaya atas layanan BPJS sebesar Rp 62,4 M saat ini belum terbayar. 

"Sampai Bu Wali menagih mengirimkan surat resmi empat kali ke BPJS. Namun hingga akhir Desember kemarin belum juga terbayar," kata Kepala Dinkes Surabaya Febria Rachmanita, Senin (6/1/2020).

Iuran Naik Per 1 Januari 2020, Peserta BPJS Kesehatan di Tuban Berbondong-bondong Turun Kelas

Dua RS milik Pemkot Surabaya yakni RSUD Soewandhie dan RSUD Bhakti Darma Husada (BDH) selama 2019 kemarin melayani setiap pasien BPJS.

Baik pasien yang masuk Program PBI (penerima bantuan iuran) maupun mandiri. 

Keduanya mengajukan klaim ke BPJS Kesehatan agar perputaran uang di RS plat merah itu bisa berjalan lancar.

4 Tarif dan Harga yang Naik di Tahun 2020, dari Rokok, Vape hingga Iuran BPJS

Namun karena selama 2019 nunggak puluhan miliar, kondisi ini bisa mengancam keberlangsungan perputaran uang pada 2020 ini. 

Piutang-piutang BPJS Kesehatan itu ada yang klaim rawat jalan, obat, hingga jasa dokter dan perawat.

Ada yang sejak Mei belum terbayarkan.

Dirut BPJS Ketenagakerjaan Main Paddling di Pantai Mutiara Trenggalek, Agus Susanto: Asyik Sekali

Ada pula klaim sejak Agustus 2019.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved