Virus Corona di Kota Batu

Antisipasi Serbuan Pemudik saat Pandemi Covid-19, Pemkot Batu Siapkan 380 Ruangan Karantina Mandiri

Pemkot Batu telah menyiapkan tempat penampungan agar pendatang bisa melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Ilustrasi pemudik 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU – Setelah menambah jumlah pos pantau, Pemkot Batu juga menambah tempat penampungan atau shelter bagi pendatang dari luar kota.

Sembari itu, Pemkot Batu melarang warganya mudik, baik yang keluar kota maupun masuk kota.

Peringatan itu merupakan imbauan untuk tidak mudik seperti yang sudah diserukan oleh pemerintah pusat.

Meskipun sudah ada larangan mudik, namun Pemkot Batu tetap mempersiapkan kemungkinan adanya orang yang masuk ke Kota Batu.

Masih Ada Penginapan Kota Batu yang Buka di Tengah Pandemi Virus Corona, Satpol PP Bertindak

Jelang Ramadhan, Pangkalan Tabung Gas Elpiji 3 Kg di Malang Kebanjiran Pasokan

Pemkot Batu telah menyiapkan tempat penampungan agar pendatang bisa melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, dalam sebuah kesempatan mengatakan, protokol pencegahan harus tegas dilakukan agar pemutusan penyebaran virus Corona atau Covid-19 bisa maksimal.

"Sesuai instruksi presiden, pemerintah daerah wajib melarang warganya untuk mudik," ujar Punjul Santoso, yang juga menjadi Wakil Gugus Tugas Covid-19 Batu, Jumat (24/4/2020).

Ada tiga tempat penampungan yang kini disediakan.

Dampak Covid-19, Ribuan Tenaga Kerja di Kota Batu Dirumahkan Perusahaan & 52 Orang di-PHK

Sidak Pasar Gadang, Wali Kota Malang Sutiaji Temukan Banyak Warga Belum Terapkan Physical Distancing

Ketiganya itu adalah Bima Shakti di Songgoriti dengan daya tampung 200 orang, P4TK Pendem yang bisa menampung 120 orang, dan Talitha Kum Metro Sisir yang bisa menampung 60 orang.

Sehingga total kapasitasnya sebanyak 380 orang.

Namun apabila kebutuhan meningkat, bisa dioptimalkan menambah tempat tidur. Selain itu, ada cadangan ruangan yang cukup luas yang dilengkapi tempat tidur.

Pemerintah Kota Batu sebelumnya telah merencanakan menambah pos pemantauan memasuki bulan suci Ramadhan.

UPDATE CORONA di Kota Malang Kamis 23 April, Ada 2 Kasus Baru, Total 11 Pasien Covid-19, 9 Sembuh

Pantau Ketat Pemudik yang Nekat Pulang Kampung, Pemerintah Dirikan Cek Poin di Pintu Masuk Blitar

Pos tambahan ini berfungsi untuk memperketat mobilitas warga yang memasuki Kota Batu, terlebih di tengah momentum tradisi mudik. Demi mencegah potensi penularan Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved