Berita Terpopuler
BERITA TERPOPULER JATIM Pria Tulungagung Tipu Penjaga Toko hingga Jerit Sopir Lyn-Angkot Hadapi PPKM
Empat berita terpopuler Jatim hari ini, Rabu (11/8/2021). Pria di Tulungagung tipu penjaga toko hingga jerit sopir lyn-angkot hadapi PPKM.
TRIBUNJATIM.COM - Beragam berita menarik yang terjadi di wilayah Jawa Timur terangkum dalam berita terpopuler Jatim hari ini, Rabu (11/8/2021).
Pada berita terpopuler Jatim hari ini dibuka dengan sebuah video aksi penipu tengah beraksi di sebuah toko baju tengah viral di Tulungagung.
Aksi sosok laki-laki bertopi dan bercelana pendek ini terekam kamera keamanan toko.
Selanjutnya, kebijakan PPKM di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) yang kembali diperpanjang oleh pemerintah akan menambah panjang dampak di banyak sektor.
Keluhan berat kembali muncul dari mereka para pahlawan roda jalanan, yakni para pengemudi sektor transportasi.
Ingin tahu berita selengkapnya, berikut ini berita terpopuler Jatim hari ini, Rabu (11/8/2021) yang dirangkum TribunJatim.com untuk Anda:
1. Pura-pura Disuruh Pasang CCTV, Pria di Tulungagung Tipu Penjaga Toko, Terekam Aksi Minta Uang
Sebuah video aksi penipu tengah beraksi di sebuah toko baju tengah viral di Tulungagung.
Aksi sosok laki-laki bertopi dan bercelana pendek ini terekam kamera keamanan toko.
Bahkan dialognya dengan penjaga toko juga terdengar dengan jelas.
Baca juga: Penyunat Dana Bansos di Kabupaten Malang Dibekuk Polisi, Begini Modus Operandi dan Tipu Dayanya!
Baca juga: Mengaku Dukun Sakti, Pria Asal Kediri Tipu Warga dan Membawa Kabur Motor
Namun wajahnya tidak bisa dilihat karena mengenakan masker saat datang ke toko.
Dalam rekaman berdurasi tiga menit dua detik ini terlihat laki-laki ini datang dan mencari pemilik toko.
Saat itu ada dua orang karyawan yang. Dia pura-pura akan pergi karena pemilik toko tidak ada di lokasi.
2. Timbul KIPI, Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga untuk Nakes di Tulungagung Tidak Bisa Digenjot
Pemkab Tulungagung melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mulai melakukan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga untuk tenaga kesehatan (nakes).
Hingga kini, kurang dari satu persen dari seluruh nakes yang sudah menerima vaksin untuk booster (pemacu) imun terhadap virus Corona ini.
Menurut Kepala Dinkes Tulungagung, dr Kasil Rokhmat, salah satu kendala pemberian vaksin Moderna ini karena selalu disertai Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (KIPI).
Baca juga: Dinkes Jatim Catat 353 KIPI Vaksinasi Covid-19, 287 Diantaranya Karena Penggunaan Vaksin AstraZeneca
Baca juga: Ada Kejadian Terinveksi Covid-19 Usai Vaksinasi, Komda KIPI Tulungagung: Bukan Suntikan Penyebabnya
Gejala KIPI ini kadang membuat nakes butuh istirahat hingga gejalanya hilang.
Karena kondisi ini, pemberian vaksin kepada nakes tidak bisa dilakukan serentak.
“Para nakes disuntik secara bergantian agar pelayanan kesehatan tidak terganggu,” terangnya.
3. Optimalkan Vaksinasi Merdeka, Polda Jawa Timur Bakal Buka Tujuh Gerai Vaksin di Surabaya
Percepatan vaksinasi menjadi prioritas kepolisian bersama pemerintah daerah di Jawa Timur.
Khususnya di Surabaya yang menjadi salah satu episentrum ekonomi di Jawa Timur.
Hal itu disampaikan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta saat mengunjungi Mapolrestabes Surabaya, Selasa (10/7/2021).
Baca juga: Syarat Vaksinasi Covid-19 dan Batasan Pengunjung Masih Jadi Kendala Perbaikan Kinerja Mall Surabaya
Baca juga: 6.080 Nakes Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga, Bupati Ipuk: Semoga Semakin Melindungi
Nico didampingi Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan dan Karo Ops Polda Jawa Timur,Kombes Pol Budi Santosa memastikan akan datang serbuan 10.000 dosis vaksin di Surabaya.
"Serbuan Vaksinasi merdeka yang akan dilakukan Polrestabes Surabaya, Pak Kapolres dan Walikota Surabaya akan membuka tujuh gerai di Surabaya. Untuk waktu dan tempat akan kami beritahukan lebih lanjut,"kata Nico, Selasa (10/8/2021).
Nico mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur khususnya Surabaya untuk tidak ragu mengikuti vaksinasi gratis guna mewujudkan herd immunity.
4. Jerit Sopir Lyn-Angkot Jalur Tengah dan Pantura Hadapi PPKM, 'Beli Bahan Bakar Susah, Makan Utang'
Kebijakan PPKM di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) yang kembali diperpanjang oleh pemerintah akan menambah panjang dampak di banyak sektor.
Keluhan berat kembali muncul dari mereka para pahlawan roda jalanan, yakni para pengemudi sektor transportasi.
Mereka adalah salah satu masyarakat yang kesulitan dalam mencari nafkah di tengah pandemi Covid-19.
Baca juga: Kronologi Bus Mira Hantam Truk Tangki Parkir di Jombang, Sopir Terjepit hingga Dilarikan ke RS
Baca juga: Sosok Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi Indonesia yang Dilantik Jokowi, Pernah Jadi Sopir Angkot
"Lha ini malah diperpajang lagi sampai 16 Agustus, " gerutu salah satu sopir Udin, Selasa (10/8/2021).
Udin dan rekannya sesama sopir lyn Babat - Surabaya atau sebaliknya, mengakui pendapatan mereka menurun sangat drastis.
Untuk menyiasati ketidak mampuannya membeli bahan bakar kendaraan karena sepinya penumpang, Udin dan para sopir lyn lainnya memilih mengurangi trayek panjang.
---
Ikuti berita viral terpopuler dan berita Jatim terkini lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/tangkapan-layar-saat-terduga-penipu-beraksi-di-sebuah-toko-baju.jpg)