Menu Diet

Lapar Berkepanjangan Pertanda Kelebihan Gula, Segera Terapkan Menu Diet agar Tidak Semakin Melebar

Konsumsi gula harus diperhatikan. Pasalnya, kelebihan gula ini dapat menyebabkan masalah serius pada tubuh. Simak tanda-tanda tubuh kelebihan gula!

Editor: Olga Mardianita
Freepik.com/wayhomestudio
Ilustrasi mengonsumsi banyak gula. Perhatikan tanda-tanda kelebihan gula di bawah ini! 

TRIBUNJATIM.COM - Sejatinya, gula adalah nutrisi yang diperlukan pula oleh tubuh.

Hanya saja, kebutuhan gula ini tidak boleh lebih dari batas konsumsi gula harian yang telah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Pasalnya, kelebihan gula dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkan berbagai hal tidak diinginkan.

Mulai dari penyakit hingga obestias.

Tentu kedua hal tersebut tidak diinginkan, bukan?

Sebab itu, perhatikan tanda-tanda kelebihan gula di bawah ini!

Apabila Anda merasa hal-hal di bawah ini sering terjadi, perlahan tapi pasti lakukan diet gula agar tidak kebabalasan.

Yuk, simak!

Informasi seputar berita menarik lainnya di Google News TribunJatim.com

Tanda-Tanda Tubuh Kelebihan Gula

1. Terus merasa lapar

Dikutip dari laman Everyday Health, kebanyakan gula akan meningkatkan rasa lapar.

Kondisi ini lantaran kurangnya konsumsi makanan dengan kandungan protein, serat, dan lemak sehat.

Tubuh pun membakar gula lebih cepat, sehingga akan memicu perilaku terus-menerus mengonsumsi makanan ringan atau camilan karena cepat merasa lapar.

Selain meningkatkan rasa lapar, tubuh kelebihan gula juga cenderung lebih berat atau besar. Penambahan berat badan ini salah satunya dikarenakan tubuh yang terus merasa lapar.

Baca juga: Mengenal Menu Diet Yin dan Yang, Sebuah Keseimbangan dalam Pola Makan Masyarakat China yang Barbar

Baca juga: 5 Rekomendasi Menu Diet untuk Buka Puasa, Cara Menurunkan Berat Badan di Bulan Ramadan 2023

2. Kelelahan dan rendah energi

Gula adalah bahan pangan yang mudah diserap dan dicerna tubuh.

Terlepas dari seberapa banyak makanan bergula yang masuk, 30 menit kemudian tubuh akan kembali merasa lapar.

Dalam rentang waktu yang sama, tubuh biasanya juga akan merasa lelah dan tidak berenergi.

Untuk mengembalikan energi, maka tubuh pun akan "diperintah" untuk kembali makan.

Bukan hanya itu, terlalu banyak makan gula turut membawa perubahan besar pada gula darah dan insulin.

Kondisi itu menyebabkan tingkat energi anjlok dan memengaruhi tingkat energi secara keseluruhan, sehingga kelelahan dan rasa lemas tak lagi bisa dihindari.

Ilustrasi
Ilustrasi kelelahan. (THINKSTOCK.COM)

3. Ingin makanan manis

Jika sangat mendambakan makanan manis, bisa jadi salah satu tanda tubuh kelebihan gula. Hal ini lantaran efek gula membuat otak merasa nyaman.

Gula menargetkan pusat kesenangan otak dan memicu peningkatan hormon bahagia, dopamin.

Sederhananya, makan gula akan meningkatkan dopamin, dan peningkatan dopamin sendiri bisa meningkatkan keinginan akan gula.

Di sisi lain, terlalu banyak makan gula juga membuat lidah menganggap makanan manis alami sebagai makanan kurang manis.

Misalnya, stroberi yang sebenarnya sudah manis, tetapi karena terlalu sering mengonsumsi makanan lebih manis, maka dianggap sebagai kurang manis.

Akibatnya, saat memakan buah ini, akan cenderung menambahkan pemanis seperti gula atau sejenisnya.

4. Muncul jerawat dan kerutan

Dilansir dari laman Eat This, terdapat hubungan jerawat dan kerutan dini dengan pola makan kelebihan gula.

Gula meningkatkan produksi hormon androgen yang terkait dengan peradangan jerawat hormonal.

Biasanya, jerawat ini muncul di sekitar garis rahang dan mulut.

Sementara itu, kelebihan gula akan bereaksi dengan protein dalam aliran darah dan membentuk produk berupa Advanced Glycation Ends (AGEs).

Produk akhir ini akan merusak protein struktural dalam kolagen dan elastin kulit yang membuat kulit Anda kenyal. Itulah mengapa, konsumsi gula kebanyakan akan memicu munculnya kerutan lebih awal.

Ilustrasi Jerawat di hidung
Ilustrasi Jerawat di hidung (net)

5. Nyeri sendi

Beberapa penelitian mengaitkan konsumsi minuman manis secara teratur dengan rheumatoid arthritis pada wanita. Hal ini kemungkinan karena adanya peradangan.

Penelitian lain menemukan, orang yang minum lima atau lebih minuman manis termasuk jus buah dalam seminggu, berpotensi menderita radang sendi.

Masih menurut laman Eat This, penelitian tersebut membuktikan bahwa gula secara langsung dapat menyebabkan nyeri atau radang sendi.

6. Masalah Tidur

Masalah tidur seperti kesulitan tidur atau mudah tertidur bisa menjadi salah satu tanda tubuh kelebihan gula.

Menurut sebuah penelitian terhadap 300 mahasiswa dalam American Journal of Lifestyle Medicine (2019), kualitas tidur yang buruk secara signifikan berkaitan dengan konsumsi gula tambahan yang lebih tinggi.

Siklus tidur dan kualitas tidur diatur oleh cahaya dan suhu ruangan, serta kontrol glikemik.

Oleh karena itu, seseorang yang mengonsumsi gula tambahan berlebih bisa mengacaukan siklus dan kualitas tidurnya.

Baca juga: Ibu Menyusui Jangan Ikuti Menu Diet Ekstrem! Ini 7 Cara Menurunkan Berat Badan setelah Melahirkan

Baca juga: 13 Menu Diet untuk Sarapan, Ampuh Turunkan Berat Badan, Rendah Kalori dan Bikin Kenyang Lebih Lama

Gaya Diet Andien yang Memangkas Asupan Gula

Melalui akun Instagramnya, Andien kerap membahas pola hidup sehatnya.

Bermula dari plant based diet yang ia jalani saat hamil, rupanya hal tersebut berlanjut hingga sekarang.

Plant based diet sendiri merupakan pola makan di mana sumber kalorinya berasal dari sumber nabati.

Selain mengurangi konsumsi produk hewani, Andien juga tak mengonsumsi nasi.

Meski begitu, ia selalu punya banyak bahan pengganti nasi yang bikin kenyang.

Andien pun kerap membagikan menu sehat yang ia konsumsi setiap hari di akun Instagramnya.

Nggak melulu mahal, makanan sehat ala Andien justru khas masakan rumahan yang simpel dan Indonesia banget.

"Kalau ngomongin berat badan kelihatannya gini-gini saja. Padahal enggak, saya juga merasakan kok berat badan naik apalagi setelah melahirkan dan fase menyusui," kata Andien saat ditemui Kompas.com di sebuah acara, di Jakarta.
Pelantun lagu "Metamorfosa" ini mengakui, fase menyusui apalagi dengan intensitas yang sering cukup membuat pola makannya berubah.
Dia cenderung mengonsumsi apapun yang diinginkan sampai membuat berat badannya naik.
Namun dengan intensitas menyusui yang mulai berkurang, kini Andien lebih bisa mengatur pola makan "Saya semakin tahu bahwa kuantitas (jumlah makanan) yang dikonsumsi tidak bisa diatur, maka dari itu saya memperhatikan kualitas makanannya," papar Andien.
Memperhatikan kualitas makanan yang dimaksud Andien ini adalah memastikan bahwa setiap makanan yang dikonsumsi benar-benar bernutrisi tinggi.
Bahkan cara tersebut juga dapat menyiasati kegemarannya yang suka ngemil sehingga hasrat ingin makan camilan menjadi berkurang.
"Saya senang juga cemal-cemil. Akhirnya sebelum ngemil, saya ngakalin dengan makanan pertama itu harus berkualitas banget sampai saya kenyang. Setelah itu saya bisa makan yang lain," jelas dia.
Memangkas Asupan Gula
Ibu dua anak ini juga tahu betul bahwa dirinya sangat sulit untuk mengurangi makanan manis.
Namun, dia tetap berusaha konsisten menjalaninya demi mendapatkan tubuh yang sehat dan juga ramping.
"Saya juga menerapkan cutting sugar. Saya tahu seberapa struggling buat menahan gula."
"Tapi saya menyiasatinya dengan mengenyangkan kebutuhan badan dulu, sehingga craving-nya untuk makan makanan manis jadi berkurang," kata dia.
Di samping itu, dalam dua tahun terakhir penyanyi kelahiran Jakarta tahun1985 ini juga semakin memerhatikan variasi makanan dan memilih pola makan flexitarian.
Dia lebih mengutamakan pemenuhan asupan di keseharian dengan konsumsi buah, sayuran, protein nabati dan memprioritaskan berbagai makanan utuh untuk dikonsumsi.
Secara tidak langsung, cara dan pola makan yang dilakukan Andien ini membuat berat badannya menjadi tetap ideal dan stabil.
"Sekarang saya mencoba sebisa mungkin di keluarga konsumsi makanan utuh. Karena makanan utuh juga dicerna lebih baik di dalam tubuh dan menyehatkan," ucapnya.
Penyanyi Andien Aisyah.
Penyanyi Andien Aisyah. (instagram.com/andienaisyah/)
Andien Aisyah Akui 15 Tahun Kurangi Pakai Parfum, Ungkap Gara-gara Ini

Andien Aisyah mengungkapkan bahwa ia sudah belasan tahun mengurangi pemakaian parfum.

Andien tak mengingat pasti sejak kapan ia mulai menjalani gaya hidup seperti itu.

"Itu kira-kira, ya (sekitar 15 tahun). Aku enggak ngitung soalnya," ungkap Andien Aisyah dalam acara pembukaan Atsiri di Sarinah, Jakarta Pusat.

Awalnya, Andien Aisyah dan sang suami, Irfan Wahyudi mencoba menggunakan essentials oil atau minyak atsiri.

Gara-gara minyak tersebut, Andien dan sang suami menjadi jarang menggunakan parfum lagi.

"Aku suka juga baunya (parfum), tapi ini (minyak atsiri) misalnya pakai, 'Ah hari ini enggak usah pakai deh, soalnya baunya enak terus kayak bisa bikin aku tambah semangat'. Besok lagi, dan lagi, keterusan," kata Andien Aisyah.

Meski begitu, Andien menegaskan bahwa ia tak benar-benar lepas dari parfum.

Andien dan sang suami mengaku masih menggunakan parfum apabila menghadiri suatu acara yang sangat penting.

"Sampai aku berbincang sama suami aku, dia bilang, 'Aku ternyata dipikir-pikir sudah enggak pernah pakai parfum lagi ya'. 'Iya aku juga', kecuali kalau ada acara yang penting banget," ucap Andien Aisyah.

Selain itu, Andien membeberkan keunggulan yang dimiliki minyak atsiri.

Andien menyebut minyak atsiri memiliki wangi yang lebih segar dan alami ketimbang parfum.

"Mengenai harumnya jauh lebih seger, terus essential oil kita ada beberapa dan semuanya bisa sesuai kebutuhan, sehingga kita bisa memaksimalkan potensinya untuk kebutuhan kita sehari-hari juga," papar Andien Aisyah.

Tak hanya Andien dan sang suami, anak-anak mereka juga tidak menggunakan parfum.

Andien pun ingin memperkenalkan ke anak-anaknya pada produk yang lebih alami.

"Iya, anak-anakku juga enggak ada pakai parfum juga. Mereka juga akrab dengan yang namanya oil-oil ini dan minyak-minyakan ini memang sudah dipakai dan digunakan juga di rumah," pungkas Andien Aisyah.

----

Artikel ini telah ditayangkan di Kompas.com: artikel 1, 2.

Berita Jatim dan menu diet lainnya.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved