Berita Surabaya
Dinas Kesehatan Surabaya Temukan Pasien Cuci Darah pada Remaja, Pemkot Lakukan Upaya Deteksi Dini
Dinas Kesehatan Surabaya temukan pasien cuci darah pada rentang usia remaja, pemkot lakukan upaya deteksi dini.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya menemukan adanya kasus cuci darah pada anak.
Menanggulangi kejadian serupa terulang, Pemkot Surabaya melakukan sejumlah upaya.
Data Dinas Kesehatan Surabaya, jumlah Gagal Ginjal Kronis (GGK) di Surabaya selama 2024 telah mencapai 308 kasus (hingga Juli). Jika dibandingkan periode 2023, terdapat penurunan sekitar 20 persen.
Dari ratusan jumlah kasus tersebut, satu pasien di antaranya merupakan remaja.
Pasien tersebut telah melakukan cuci darah (Hemodialisa) di salah satu fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).
"Berdasarkan laporan fasyankes sampai dengan bulan Juli 2024 menunjukkan bahwa kasus Gagal Ginjal Kronis (GGK) pada kelompok usia remaja (17 tahun) sebanyak 1 kasus yang telah menjalani perawatan hemodialisa," kata Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Nanik Sukristina saat dikonfirmasi di Surabaya, Senin (12/8/2024).
Sekalipun relatif menurun, kasus diabetes melitus (DM) sebagai salah satu penyakit yang berdampak pada GGK cenderung meningkat di Surabaya.
Sampai dengan Juli 2024, jumlah kasus DM telah mencapai 79.864 kasus.
"Jika dibandingkan tahun sebelumnya, ada risiko peningkatan penemuan kasus DM. Dengan semakin masifnya pelaksanaan kegiatan skrining pemeriksaan kesehatan terintegrasi, sehingga diharapkan dapat ditatalaksana sedini mungkin," kata Nanik.
Menuju akhir 2024, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk bisa melakukan pencegahan terhadap penyakit tersebut.
"Perkembangan data tersebut masih bersifat dinamis sampai dengan akhir tahun 2024 nanti sesuai hasil verifikasi dan validasi data dari fasyankes," lanjut Nanik.
Berdasarkan data tersebut, kasus GGK dan DM paling banyak ditemui pada kelompok usia produktif yaitu 45-54 tahun.
Karenanya, pemkot melalukan serangkaian upaya untuk terus menekan kasus tersebut.
Baca juga: Gagal Ginjal di Indonesia Capai 1,5 Juta Kasus, Jumlah Pasien Cuci Darah di Surabaya Meningkat
Di antaranya, meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada orang tua dan anak.
Surabaya
cuci darah
gagal ginjal kronis
diabetes melitus
Nanik Sukristina
Eri Cahyadi
TribunJatim.com
Berita Surabaya Terkini
Tribun Jatim
berita Jatim terkini
5 Tempat Wisata Hits di Surabaya Wajib Dikunjungi, Atlantis Land hingga Adventure Land Romokalisari |
![]() |
---|
Sosok Suami Tumini yang 15 Tahun Tinggal Ponten Umum, Nasib Kini Harus Pindah, Bakal Dapat Bantuan |
![]() |
---|
Nasib Pengantin Nyaris Gagal Nikah Gegara Ditipu WO hingga Rugi Rp 74 Juta, Sosok Pelaku Terungkap |
![]() |
---|
Beda Cara Eri Cahyadi & Dedi Mulyadi Bina Anak Nakal, Jabar Ada Barak Militer, Surabaya Buka Asrama |
![]() |
---|
Lokasi Jan Hwa Diana Sembunyikan 108 Ijazah Eks Karyawan Terjawab, Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.