Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Surabaya

Dinas Kesehatan Surabaya Temukan Pasien Cuci Darah pada Remaja, Pemkot Lakukan Upaya Deteksi Dini

Dinas Kesehatan Surabaya temukan pasien cuci darah pada rentang usia remaja, pemkot lakukan upaya deteksi dini.

Shutterstock
Ilustrasi cuci darah - Pemkot Surabaya menemukan adanya kasus cuci darah pada anak, Senin (12/8/2024). 

Dinas Kesehatan mengajak masyarakat untuk memberikan kewaspadaan, dan pencegahan penyakit gagal ginjal pada anak.

Dinkes juga meningkatkan kewaspadaan penyakit gagal ginjal melalui pengamatan dan deteksi dini pada kegiatan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular (PTM). Baik Posbindu PTM pada masyarakat, organisasi perangkat daerah (OPD), sekolah, universitas, poskestren, dan pada kegiatan Bindu Jiwa, Rokok dan NAPZA (Jirona).

Nanik Sukristina mengatakan, Dinkes juga melakukan penyelidikan epidemiologi apabila ditemukan kasus gagal ginjal yang berasal dari laporan masyarakat maupun fasyankes.

"Kami juga memantau kondisi pasien oleh keluarga, dibantu oleh KSH (Kader Surabaya Hebat) setempat bagi pasien yang berisiko," katanya.

Dinkes juga menganjurkan untuk minum obat sesuai anjuran dokter. Serta, menghindari penggunaan obat nyeri secara berlebihan dan terus menerus tanpa pengawasan dokter.

Sebagai bentuk penanganan, pasien harus segera dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) atau rumah sakit pada kasus yang memerlukan tidakan lebih lanjut. Khususnya, untuk beberapa gejala.

Di antaranya, demam, infeksi saluran pernapasan akut (batuk, pilek), atau gejala infeksi saluran cerna (diare dan muntah). Kemudian, urine berkurang/tidak ada urine selama 6-8 jam (saat siang hari), serta warna urine pekat atau kecoklatan.

GGK juga bisa dicegah di antaranya dengan tidak mengonsumsi secara terus-menerus dalam waktu panjang dan tidak terkontrol untuk beberapa makanan. Di antaranya, makanan/minuman manis, makanan cepat saji, makanan berkalori tinggi serta makanan/minuman dengan campuran bahan kimia/pengawet.

Kemudian, dianjurkan pula untuk banyak minum air putih dan rutin melakukan aktivitas fisik.

"Masyarakat juga bisa segera melaporkan ke puskesmas/KSH apabila menemukan tetangga/kerabat yang menderita penyakit kronis, terutama gagal ginjal agar mendapatkan pengobatan sedini mungkin di fasyankes terdekat sesuai wilayah," jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengungkapkan, salah satu upayanya adalah dengan mengawasi makanan siswa di sekolah

 "Pagar sekolah ditutup (membatasi pedagang dari luar) sehingga makanannya (yang dijual) merupakan makanan yang harus dijaga," kata Cak Eri, sapaan Eri Cahyadi saat dikonfirmasi di Surabaya.

Pengawasan makanan di kantor sekolah menjadi penting untuk memastikan gizi anak tercukupi dan tak kelebihan gula.

"Kenapa gagal ginjal? Sebab, konsumsi makanan yang berlebihan menyebabkan pasien atau anak kecil tidak mampu," katanya.

"Sehingga, anak-anak ini tidak boleh jajan di luar, melainkan harus di kantin. Sambil kita bisa menghitung kandungan gizi yang masuk ke tubuh siswa," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved