Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Surabaya

Dokter Asal Surabaya Laporkan Akun Medsos X ke Polda Jatim, Sebarkan Fitnah dan Cemarkan Nama Baik

Seorang dokter asal Surabaya menjadi korban pencemaran nama baik di media sosial setelah fotonya digunakan secara tidak sah oleh akun-akun Platform X

Editor: Samsul Arifin
Istimewa
Seorang dokter asal Surabaya Jawa Timur menjadi korban pencemaran nama baik di media sosial setelah fotonya digunakan secara tidak sah oleh akun-akun di platform X 

Selain itu juga sebagai peringatan bagi pelaku agar tidak melakukan tindakan serupa kepada dirinya ataupun orang lain.

Selain dirinya, ternyata ada teman sejawat yang juga mengalami hal yang sama, termasuk seorang dokter di Surabaya yang infonya juga telah melaporkan kasus serupa. 

"Saya berharap dengan tindakan saya ini dapat memulihkan kembali nama baik saya dan menjadi pembelajaran agar tidak ada lagi pihak yang menjadi korban penyalahgunaan foto dan pencemaran nama baik di masa mendatang", tutur dr. Linda.

Kuasa hukum korban, Cholik, menyatakan bahwa tindakan penyalahgunaan foto dan penyebaran informasi palsu ini merupakan pelanggaran hukum dan dapat dijerat dengan pasal pencemaran nama baik.

Menurutnya tindakan ini sudah melanggar pasal 27 ayat 3 UU ITE.

Pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan berharap menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

"Kami akan melakukan segala upaya untuk memastikan pelaku mendapatkan sanksi yang setimpal atas perbuatannya. Kami juga berharap kasus ini dapat menjadi perhatian bagi pihak berwajib untuk lebih serius dalam menangani kasus-kasus serupa," ujar kuasa hukum korban.

Kasus ini menjadi peringatan bagi para pengguna media sosial akan pentingnya menjaga dan melindungi data pribadi, terutama foto, dari penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Di era digital seperti sekarang, pelanggaran privasi dan pencemaran nama baik bisa terjadi pada siapa saja. 

Oleh karena itu, edukasi dan kesadaran akan keamanan data pribadi harus selalu ditingkatkan, dan tindakan tegas perlu diambil untuk melawan penyebaran informasi palsu atau fitnah di media sosial.

Kasus ini menunjukkan betapa seriusnya masalah pencemaran nama baik di media sosial. 

Dokter Linda yang juga seorang influencer ini menghimbau kepada pengikutnya dan pengguna media sosial agar tidak mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi kebenaranya apalagi informasi tersebut diberikan oleh akun yang tidak jelas. 

Dengan penanganan yang tepat, diharapkan tidak ada lagi korban yang mengalami hal serupa kedepannya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved