Berita Surabaya
Tim Lamusa ITS Buat Inovasi Lampu LED Permukaan Hemat Energi, Bantu Penerangan Nelayan
Tim Lamusa ITS mengimplementasikan lampu LED permukaan hemat energi untuk membantu penerangan kapal purse seine untuk membantu nelayan
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Samsul Arifin
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tim Lampu Nusantara (Lamusa) asal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengimplementasikan lampu LED permukaan hemat energi untuk membantu penerangan kapal purse seine untuk membantu nelayan.
Ketua tim Lamusa, Iwan Cony Setiadi ST MT menjelaskan, kapal purse seine bertajuk Lamusa Bahari ini merupakan kapal nelayan yang dilengkapi dengan alat tangkap ikan pelagis, yakni spesies ikan yang hidup bergerombol di dekat permukaan air.
Dalam pengoperasiannya, cahaya menjadi alat bantu utama nelayan untuk menarik perhatian gerombolan ikan.
“Sayangnya, lampu yang digunakan nelayan boros energi sehingga konsumsi energi secara ekonomi masih belum optimal,” ungkap dosen Departemen Teknik Fisika ITS tersebut.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Iwan bersama timnya menghadirkan Lamusa Bahari sebagai solusi penerangan yang telah disesuaikan dengan kondisi eksisting nelayan saat ini.
Baca juga: PGA ITS Jatim Gelar Turnamen Golf Jotosen 2024, Tawarkan Sensasi 3 Lapangan dalam 5 Hari
Iwan menerangkan, Lamusa Bahari merupakan produk lampu berbasis LED dan aluminium yang memiliki efisiensi tinggi dengan penghematan sebesar 40 hingga 50 persen.
Lampu ini memiliki umur pakai lebih panjang yang mencapai 50 ribu jam pemakaian.
"Dibuat dengan material marine grade, lampu ini dapat digunakan secara fleksibel oleh nelayan dan dapat ditempatkan di seluruh bagian kapal. Pengaturan intensitas cahaya pada lampu ini pun dapat diatur dan bisa melakukan dimming atau pengaturan peredupan LED untuk menghemat daya serta efisiensi energi,"paparnya.
Baca juga: Terobosan Mahasiswa ITS Bernama Insgluni, Alat yang Bisa Bantu Penderita Diabetes, Tanpa Sakit
Meski demikian, tingkat pemanasan lampu ini masih lebih rendah dibanding lampu konvensional biasanya, sehingga dapat terhindar dari overheat yang bisa mengganggu kerja lampu.
Lebih lanjut, Iwan mengatakan, lampu ini tidak mengandung merkuri yang dapat membahayakan lingkungan. Selain itu, teknologi pada lampu ini menghasilkan spektrum warna hijau untuk menyesuaikan jenis dan usia ikan tertentu.
Baca juga: Soroti Berbagai Kebijakan Transportasi, Guru Besar ITS Dapat Penghargaan dari Menhub
Dengan hal tersebut, lampu Lamusa Bahari dapat membantu nelayan menghindari overfishing dan bycatch. Overfishing sendiri merupakan kegiatan penangkapan ikan berlebihan, sedangkan bycatch adalah hasil tangkapan yang tidak disengaja atau tidak tepat.
Lewat inovasi ini, tim yang juga beranggotakan Agus Muhammad Hatta ST MSi PhD, Prof Dr Dewi Hidayati SSi MSi, Gita Widi Bhawika SST MMT CSCA, dan Ahmad Rieskha Harseno ST MDs ini telah berhasil meraih pendanaan pada ajang bergengsi PF Sains 2024, September lalu.
Baca juga: Adonan Sempurna, Roti Istimewa: Teknologi Proofer ITS Transformasi UMKM Roti di Rastarindo
PF Sains merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Pertamina Foundation untuk mendorong para inovator mewujudkan inovasi energi terbarukan dan teknologi.
Ke depan, Iwan menegaskan bahwa Lamusa Bahari dan tim Lamusa akan terus berbenah dari berbagai sisi.
"Fokus terdekat dalam pengembangan Lamusa Bahari adalah meningkatkan pengetahuan nelayan terhadap produk dan instalasi langsung produk ini,"tegasnya.
Melalui upaya tersebut, Iwan meyakini akan semakin banyak nelayan yang akan terbantu untuk meningkatkan produktivitasnya dalam menangkap ikan dan melaut.
5 Tempat Wisata Hits di Surabaya Wajib Dikunjungi, Atlantis Land hingga Adventure Land Romokalisari |
![]() |
---|
Sosok Suami Tumini yang 15 Tahun Tinggal Ponten Umum, Nasib Kini Harus Pindah, Bakal Dapat Bantuan |
![]() |
---|
Nasib Pengantin Nyaris Gagal Nikah Gegara Ditipu WO hingga Rugi Rp 74 Juta, Sosok Pelaku Terungkap |
![]() |
---|
Beda Cara Eri Cahyadi & Dedi Mulyadi Bina Anak Nakal, Jabar Ada Barak Militer, Surabaya Buka Asrama |
![]() |
---|
Lokasi Jan Hwa Diana Sembunyikan 108 Ijazah Eks Karyawan Terjawab, Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.