Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Surabaya

Mahasiswa Undika Bikin Game Edukasi Berbasis AR, Bantu Siswa Berkebutuhan Khusus Belajar Tata Surya

Belajar sambil bermain menjadi metode yang semakin diminati dalam dunia pendidikan, terutama bagi siswa berkebutuhan khusus

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Sulvi Sofiana
MEDIA BELAJAR : Mahasiswa Universitas Dinamika (Undika) Surabaya, Tegar Prasetiyo menciptakan game edukasi berbentuk puzzle interaktif yang menggabungkan teknologi Augmented Reality (AR) untuk membantu anak berkebutuhan khusus. Game edukasi berbahan kain flanel yang berfokus pada pengenalan tata surya di ujicobakan di lobby kampus, Rabu (29/1/2025). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Belajar sambil bermain menjadi metode yang semakin diminati dalam dunia pendidikan, terutama bagi siswa berkebutuhan khusus.

Inovasi ini membuat mahasiswa Universitas Dinamika (Undika) Surabaya, Tegar Prasetiyo menciptakan game edukasi berbentuk puzzle interaktif yang menggabungkan teknologi Augmented Reality (AR) untuk membantu anak berkebutuhan khusus.

Mahasiswa semester 3 Undika ini mengembangkan game edukasi berbahan kain flanel yang berfokus pada pengenalan tata surya. 

"Game ini kami buat agar anak-anak bisa lebih mudah memahami tata surya tanpa hanya membaca buku atau mendengarkan penjelasan guru. Dengan permainan ini, mereka bisa belajar sambil bermain," ujar Tegar.

Tak hanya itu, game ini juga dilengkapi dengan teknologi AR yang memungkinkan siswa melihat objek digital 2D dan 3D melalui perangkat seperti tablet atau smartphone. 

Dengan memindai kartu khusus, siswa dapat melihat animasi tata surya dan mendengarkan penjelasan secara langsung.

"Teknologi AR ini kami tambahkan agar anak-anak tidak hanya menyusun puzzle secara fisik, tetapi juga bisa melihat tampilan visual yang lebih nyata di layar gadget mereka," tambahnya.

Inovasi ini terinspirasi dari keluhan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ingin metode pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan. 

"Banyak guru SLB yang kesulitan mencari media pembelajaran yang sesuai untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Kami berharap game ini bisa menjadi solusi bagi mereka," kata Tegar.

Keberhasilan Tegar dalam ajang Science and Invention Fair 2024 membawanya meraih medali emas dalam kompetisi internasional yang melibatkan peserta dari 16 negara di Asia dan Eropa. 

Pihak kampus memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaiannya, termasuk dukungan dalam proses paten atas temuannya.

Tak berhenti di sini, Tegar berencana mengembangkan game edukasi lainnya yang mencakup berbagai bidang ilmu, seperti biologi, ilmu sosial, dan studi tentang hewan. 

"Saya ingin game ini tidak hanya membantu anak-anak memahami tata surya, tetapi juga pelajaran lainnya. Semoga inovasi ini bisa terus berkembang dan bermanfaat bagi lebih banyak siswa berkebutuhan khusus," pungkasnya.

Bambang Hariadi, dosen pembimbing Tegar mengaku sangat mendukung inovasi mahasiswa untuk diteruskan hingga bisa digunakan. 

"Karya mereka akan kami bantu patenkan dan terus kami bimbing agar bisa dikembangkan lebih lanjut," ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved