Berita Surabaya
Mahasiswa Undika Bikin Game Edukasi Berbasis AR, Bantu Siswa Berkebutuhan Khusus Belajar Tata Surya
Belajar sambil bermain menjadi metode yang semakin diminati dalam dunia pendidikan, terutama bagi siswa berkebutuhan khusus
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Belajar sambil bermain menjadi metode yang semakin diminati dalam dunia pendidikan, terutama bagi siswa berkebutuhan khusus.
Inovasi ini membuat mahasiswa Universitas Dinamika (Undika) Surabaya, Tegar Prasetiyo menciptakan game edukasi berbentuk puzzle interaktif yang menggabungkan teknologi Augmented Reality (AR) untuk membantu anak berkebutuhan khusus.
Mahasiswa semester 3 Undika ini mengembangkan game edukasi berbahan kain flanel yang berfokus pada pengenalan tata surya.
"Game ini kami buat agar anak-anak bisa lebih mudah memahami tata surya tanpa hanya membaca buku atau mendengarkan penjelasan guru. Dengan permainan ini, mereka bisa belajar sambil bermain," ujar Tegar.
Tak hanya itu, game ini juga dilengkapi dengan teknologi AR yang memungkinkan siswa melihat objek digital 2D dan 3D melalui perangkat seperti tablet atau smartphone.
Dengan memindai kartu khusus, siswa dapat melihat animasi tata surya dan mendengarkan penjelasan secara langsung.
"Teknologi AR ini kami tambahkan agar anak-anak tidak hanya menyusun puzzle secara fisik, tetapi juga bisa melihat tampilan visual yang lebih nyata di layar gadget mereka," tambahnya.
Inovasi ini terinspirasi dari keluhan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ingin metode pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan.
"Banyak guru SLB yang kesulitan mencari media pembelajaran yang sesuai untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Kami berharap game ini bisa menjadi solusi bagi mereka," kata Tegar.
Keberhasilan Tegar dalam ajang Science and Invention Fair 2024 membawanya meraih medali emas dalam kompetisi internasional yang melibatkan peserta dari 16 negara di Asia dan Eropa.
Pihak kampus memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaiannya, termasuk dukungan dalam proses paten atas temuannya.
Tak berhenti di sini, Tegar berencana mengembangkan game edukasi lainnya yang mencakup berbagai bidang ilmu, seperti biologi, ilmu sosial, dan studi tentang hewan.
"Saya ingin game ini tidak hanya membantu anak-anak memahami tata surya, tetapi juga pelajaran lainnya. Semoga inovasi ini bisa terus berkembang dan bermanfaat bagi lebih banyak siswa berkebutuhan khusus," pungkasnya.
Bambang Hariadi, dosen pembimbing Tegar mengaku sangat mendukung inovasi mahasiswa untuk diteruskan hingga bisa digunakan.
"Karya mereka akan kami bantu patenkan dan terus kami bimbing agar bisa dikembangkan lebih lanjut," ujarnya.
5 Tempat Wisata Hits di Surabaya Wajib Dikunjungi, Atlantis Land hingga Adventure Land Romokalisari |
![]() |
---|
Sosok Suami Tumini yang 15 Tahun Tinggal Ponten Umum, Nasib Kini Harus Pindah, Bakal Dapat Bantuan |
![]() |
---|
Nasib Pengantin Nyaris Gagal Nikah Gegara Ditipu WO hingga Rugi Rp 74 Juta, Sosok Pelaku Terungkap |
![]() |
---|
Beda Cara Eri Cahyadi & Dedi Mulyadi Bina Anak Nakal, Jabar Ada Barak Militer, Surabaya Buka Asrama |
![]() |
---|
Lokasi Jan Hwa Diana Sembunyikan 108 Ijazah Eks Karyawan Terjawab, Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.