Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Warga Resah Ada Aliran Sesat Ubah Syahadat hingga Bisa Tebus Tiket Surga Rp 15 Juta, MUI Bertindak

Aliran sesat itu menyebut harga tiket ke surga Rp 7 juta hingga Rp 15 juta dan ubah kalimat syahadat.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Mujib Anwar
Sekretaris MUI Seram Bagian Barat
ALIRAN SESAT - Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, saat berdialog dengan para pimpinan tarekat La Bandunga. Mereka dipertemukam dengan pimpinan MUI Kabupaten Seram Bagian Barat di aula Kantor Polres Seram Bagian Barat, Rabu (9/4/2025). 

Syuaib menyatakan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan MUI Maluku dan Kementerian Agama untuk menangani masalah ini.

Baca juga: Aktor Senior Ngaku Dulu Ikut Aliran Sesat, Hidup Selalu Tak Tenang, Berkali-kali Tobat Baca Syahadat

Sebelum pertemuan dengan MUI, keempat pimpinan tarekat tersebut sempat diamuk oleh warga di Dusun Limboro, Kecamatan Huamual, Seram Bagian Barat pada Selasa (8/4/2025).

Warga merasa resah karena ajaran yang disampaikan bertentangan dengan pokok-pokok ajaran Islam.

Sementara itu, Kapolsek Huamual, Ipda Salim Balami, mengatakan bahwa pihaknya segera merespons laporan masyarakat dan mengamankan keempat pimpinan tarekat tersebut.

"Warga sangat merasa resah karena ajaran mereka bertentangan, lalu mereka melapor," kata Salim.

Warga yang tidak terima dengan ajaran tersebut sempat mengamuk dan meminta keempat pimpinan tarekat itu meninggalkan dusun.

Situasi di dusun pun menjadi gaduh hingga pihak kepolisian harus mengevakuasi keempat pimpinan tarekat tersebut ke kantor Polsek Huamual.

"Saat kami tiba kami langsung amankan keempat orang itu ke salah satu rumah warga, selanjutnya kami bawa ke masjid. Lalu di sana mereka ditanya-tanya seputar ajaran tersebut," ungkapnya.

Setelah diamankan, keempat orang tersebut dibawa ke Piru untuk dipertemukan dengan pimpinan MUI setempat.

Salim menambahkan bahwa keempat pimpinan tarekat berasal dari Kabupaten Maluku Tengah. 

Dari hasil penyelidikan, tarekat tersebut telah mempunyai 17 orang pengikut di wilayah itu.

Tarekat ini sudah sempat berkembang di Kota Masohi, Maluku Tengah dengan pimpinannya La Bandunga pada tahun 2002.

Namun karena dianggap menyimpang, aktivitas tarekat tersebut disetop MUI setempat. 

Aliran Sesat Lain

Sempat viral di media sosial aliran sesat di Maros, Sulawesi Selatan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved