DPRD Gresik Minta Alat Pemantau Kualitas Udara Bisa Diakses Warga secara Real Time
Komisi III DPRD Gresik meminta agar alat pemantau kualitas udara dapat diakses publik secara langsung atau real time.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Alga W
Selain isu kualitas udara, Komisi III DPRD Gresik juga menyoroti sektor persampahan.
Meski indeks pengelolaan sampah telah memenuhi target, yakni 67,44 dari target 67, namun masih banyak permasalahan di lapangan.
"Masih banyak masyarakat yang belum tertib dalam pengelolaan sampah. Ini menjadi tantangan bersama," jelas Hamdi.
Ia juga menyoroti keterbatasan armada pengangkut sampah yang dinilai belum mampu menjangkau seluruh wilayah secara optimal.
"Perlu penambahan dan peremajaan armada agar pelayanan pengangkutan sampah lebih maksimal," katanya.
Komisi III juga mendorong inovasi dalam pengelolaan sampah, salah satunya dengan penggunaan kendaraan jenis compactor yang lebih efisien.
"Kalau menggunakan compactor, sampah bisa langsung dipadatkan, tidak tercecer, lebih aman dan bersih," tambahnya.
Di sisi lain, Hamdi mengapresiasi capaian ruang terbuka hijau (RTH) di Kabupaten Gresik yang telah mencapai sekitar 12,7 persen.
"Ini capaian yang baik, tapi harus terus ditingkatkan. Jangan sampai ada lahan kosong yang tidak dimanfaatkan untuk penghijauan," imbuhnya.
| Penyerahan PSU GBA Kebomas Belum Beres hingga Sekarang, Warga Soroti Lahan Fasum Berkurang |
|
|---|
| Oknum Anggota DPRD Gresik Diduga Minta Jatah Rumah Murah Saat Sidak di Perumahan The Oso |
|
|---|
| Dewan Dukung Penerapan Jam Operasional Kendaraan Berat di Gresik untuk Atasi Kemacetan |
|
|---|
| Hasil Sidak Anggota DPRD Soal Perbaikan Ruas Jalan di Gresik Selatan, ini Catatan Pentingnya |
|
|---|
| DPRD Gresik Soroti Limbah Kaca Ilegal di Dekat TPS3R Bungah: Fatal dan Arogan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/suasana-di-Kabupaten-Gresik-Minggu-1242025.jpg)