Amiruddin, Pria yang Jalan Kaki dari Sumatera Utara Menuju Banyuwangi Demi Ibu, Tiba di Probolinggo

Aksi heroik Amiruddin, yang bernadzar jalan kaki dari Sumatera Utara menuju Banyuwangi, mendapat perhatian Habib Hadi Zainal Abidin.

Amiruddin, Pria yang Jalan Kaki dari Sumatera Utara Menuju Banyuwangi Demi Ibu, Tiba di Probolinggo
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Amiruddin, pria yang bernadzar jalan kaki dari Sumatera Utara menuju Banyuwangi demi ibunya saat tiba di Kota Probolinggo, Kamis (24/1/2019). 

Dia menganggap penyakit lumpuh itu adalah teguran dari Allah kepadanya yang kerap meninggalkan perintah Allah.

Kandang & Dapur Warga di Pamekasan Terbakar, 2 Kambing Karapan Terpanggang, Kerugiannya Puluhan Juta

Banyak dosa.

Misalnya warga lain salat Jumat, saya malah asyik mabuk sama teman-teman.

"Salat saya waktu bolong-bolong. Saya anggap lumpuh itu sebagai teguran. Justru setelah lumpuh saya jadi rutin salat malam. Sebelum lumpuh malah tidak sama sekali," papar Amir.

Selama hampir tujuh bulan, dia praktis tidak bisa melakukan aktivitas normal karena lumpuh.

Untuk hidup dan aktivitas sehari-hari dia menggantungkan kepada kakak perempuan dan para tetangga.

Memasuki pertengahan bulan ketujuh sejak dia lumpuh.

Malam itu, Amir menunaikan salat Tahajud.

Dalam doanya, Amir bernazar akan berjalan kaki menuju rumahnya ibundanya di Banyuwangi jika ia diberi kesembuhan.

"Saya nazar, bertekad jalan kaki ke rumah Ibu, ingin sujud di kaki Ibu, perempuan yang telah melahirkan saya. Itu nazar saya. Sebagai anak, saya merasa punya banyak salah kepada ibu," kata Amir.

Keajaiban datang keesokan harinya.

Viral Video Buah Naga Dibuang ke Sungai di Banyuwangi karena Harga Terlalu Murah, Cek Faktanya

Malam dia bernazar itu, tiba-tiba paginya Amir bisa mengangkat kaki untuk jalan.

Pelan-pelan saya bisa berjalan normal.

"Sejak itu, saya menyusun rencana untuk memenuhi nazar saya," ungkap Amir.

Maka pada 20 November 2018, tepat peringatan Maulid Nabi, dia berangkat dari rumah.

Amir hanya membawa dua pasang pakaian ganti. Satu pasang ia kenakan, satu pasang ia taruh di dalam tas.

"Saya tidak bawa uang sepeser pun. Tapi, tekat saya sudah bulat. Saya punya niat baik, saya pasrah. Hidup mati ada di tangan Allah," ucapnya.

Meski tidak membawa bekal, ada saja orang memberinya makan atau uang meski dia tidak pernah meminta.

Tetapi tak semua orang berlaku baik.

Lama Buron, Seorang Pembobol Toko Diciduk Satreskrim Porles Malang Kota, Curi Kemeja hingga Sepatu

Ceritanya, di Riau, ia sempat menemukan sebuah dompet di jalan.

Merasa bukan haknya, Amir mengembalikan dompet itu kepada pemilik, sesuai alamat yang tertera di kartu identitas di dalam dompet.

"Namun, siapa sangka, saya malah dituduh pencopet dompet tersebut. Saya sabar saja dan meneruskan perjalanan," kata Amir lirih.

Pernah juga sesampainya di Bandar Lampung, ia dua kali dipalak preman dan dipukuli, sampai kemudian dilerai polisi.

Kemudian sesampainya di Pelabuhan Bakauheni Lampung, Amir tak punya uang guna membeli tiket kapal menyeberangi Selat Sunda ke Pulau Jawa.

Tapi di luar dugaan dia dibantu seorang polisi.

"Polisi itu membawa saya menyeberangi lautan secara gratis," ujar Amir tersenyum.

Mengintip Selfie Pertama Ahok Basuki Tjahaja Purnama Setelah Bebas dari Mako Brimob

Selama berada di perjalanan, Amir hampir selalu menginap di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang dilintasi.

Ia mengaku hanya sekali menginap di luar SPBU, yakni di teras warung yang sudah tutup, di Lampung.

Perjalanan kaki Amir ternyata menjadi viral di social media (media sosial/medsos).

Meski tak paham internet, Amir merasakan dampak positif dari medsos.

"Awalnya, ada yang datang, ambil foto sembari ngobrol. Setelah itu, banyak sekali orang baik datang. Terutama setelah saya memasuki kawasan Jawa Tengah. Tiba-tiba ada mobil berhenti dan mengulurkan uang," ucapnya.

Kedatangan Amir di Jombang juga disambut sejumlah netizen.

Tarie, netizen Jombang mengaku memberikan doa, dorongan moral dan spirit kepada Amirudin agar semua usaha menemui ibundanya di Banyuwangi berjalan lancar dan kisahnya berujung bahagia.

AHY Tanggapi Polemik Pembebasan Abu Bakar Baasyir, Singgung Ketidakjelasan Pemerintah hingga Pemilu

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Ani Susanti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved