Kisah Pilu Rani, Bayi 8 Bulan Idap Limfangioma Ditangani 5 Dokter RSUD Dr Soetomo, Begini Kondisinya

Tumor yang dialami Nur Anisa Maharani merupakan penyakit langka, sehingga memerlukan penanganan khusus dari beberapa dokter spesialis.

Kisah Pilu Rani, Bayi 8 Bulan Idap Limfangioma Ditangani 5 Dokter RSUD Dr Soetomo, Begini Kondisinya
TRIBUNJATIM.COM/MUCHSIN RASJID
Nur Anisa Maharani, yang menderita tumor di kakinya, terlihat cerita di tempat tidur rumahnya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Muchsin Rasjid

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN – Kondisi Nur Anisa Maharani, bayi usia 8 bulan, putri pertama pasangan Abdul Rauf (22) dan Khoiratun Nisa’ (22), warga Jalan Basar, Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Kota, Pamekasan, yang, menderita tumor di kaki kirinya dan kini kini sudah ditangani tim dokter di RSUD dr Soetomo, Surabaya, mulai membaik.

Tetapi untuk pembengkakan kaki dari pangkal paha hingga telapak kakinya yang membesar, nyaris menyamai tubuhnya akibat terkena penyakit Limfangioma (tumor jinak) sejak lahir masih tetap seperti semula.

Hanya saja benjolan di lutut yang menghitam dan sering mengeluarkan nanah busuk, sudah mengering. Bintik-bintik hitam di pahanya yang kerap mengeluarkan darah, sudah tidak ada lagi.

Membaiknya Rani panggilan bayi mungil ini setelah Rani menjalani operasi tahap awal, berupa pengangkatan benjolan di RSUD dr Soetomo, pada Senin (6/1/2020) lalu.

Wujudkan Kemajuan Ekonomi Desa, Pemkab Pamekasan Presentasikan Desa Tematik di Jepang

Golkar Masukkan Nama Gus Hans Dalam Negosiasi Koalisi di Pilkada Surabaya 2020

Nur Anisa Maharani, yang menderita tumor di kakinya, bergurau bersama  Abdul Halim, kakeknya, di tempat tidur rumahnya.
Nur Anisa Maharani, yang menderita tumor di kakinya, bergurau bersama Abdul Halim, kakeknya, di tempat tidur rumahnya. (TRIBUNJATIM.COM/MUCHSIN RASJID)

 

Nur Anisa Maharani, yang menderita tumor di kakinya, terlihat cerita di tempat tidur rumahnya
Nur Anisa Maharani, yang menderita tumor di kakinya, terlihat cerita di tempat tidur rumahnya (TRIBUNJATIM.COM/MUCHSIN RASJID)

Disidang Kasus Pencabulan Anak Pacar, Bos Karaoke di Surabaya Bantah Dakwaan Jaksa

Termakan Ajakan Rika Callebaut Ikut Investasi Bodong Memiles, Ari Sigit Terima Rp 3 M di Rekening

Sementara untuk operasi pembengkakan kakinya, masih menunggu tiga bulan lagi. Itu tidak langsung dioperasi sekaligus, melainkan dilakukan bertahap tiap tiga bulan sekali, yang diperkirakan berlangsung antara 5 hingga 7 kali operasi.

Kepada Tribujatim.com, Abdul Halim (51), kakek Rani, Senin (27/1/2020) mengatakan,  untuk operasi pembengkakan di kaki kirinya yang menimpa cucunya, membutuhkan proses panjang dan ketelitian serta kehati-hatian dari tim dokter yang menangani.

Tumor yang dialami cucu satu-satunya ini merupakan penyakit langka, sehingga memerlukan penanganan khusus dari beberapa dokter spesialis.

Diakui, sebelum dilakukan operasi tahap awal, hingga saat ini, setiap minggu, selama 4 hari dari Senin sampai Kamis, cucunya dibawa ke RSUD dr Soetomo, diperiksa ke Poli Anak, untuk mengetahui efek obat yang diminum Rani.

Seberapa jauh dampak dan pengaruhnya.

Selain itu, juga kontrol ke Poli Beda Plastik, untuk memantau perkembangan penyakitnya. Selanjutnya ke Poli Hematologi, cek darah serta ke Poli Nutrisi di rumah sakit itu.

Halaman
12
Penulis: Muchsin Rasjid
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved