Ibadah Haji 2020 Ditiadakan

Mufidah, CJH Mojokerto Sisihkan Uang Hasil Jual Kue Bertahun-tahun untuk Haji, Batal Berangkat 2020

Mufidah, calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Mojokerto batal berangkat, karena ibadah haji reguler tahun 2020 ditunda akibat pandemi virus Corona.

TRIBUNJATIM.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Mufidah (53) calon jemaah haji (CJH) asal Dusun Gelang, Desa Mojosulur, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, batal berangkat haji tahun 2020, akibat pandemi virus Corona (Covid-19), Rabu (3/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mochammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Mufidah (53) calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Mojokerto batal berangkat ke tanah suci, karena penyelenggaran ibadah haji reguler tahun 2020 ditunda akibat pandemi virus Corona atau Covid-19 yang belum berakhir.

Wanita setengah baya asal Dusun Gelang, Desa Mojosulur, Kecamatan Mojosari, tersebut harus menerima kenyataan bahwa ibadah haji tahun ini ditunda pada 2021, sesuai kebijakan pemerintah pusat melalui Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 494 Tahun 2020 tentang pembatalan keberangkatan CJH pada penyelenggaraan ibadah haji.

"Ya kalau dibilang kecewa begitu, tapi menerima saja karena situasi sepertinya tidak memungkinkan dan memang belum ditakdirkan untuk berangkat haji tahun ini," ujar Mufidah, Rabu (3/6/2020).

Mufidah adalah seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai penjual kue.

Sedangkan, suaminya merupakan pedagang toko sembako sederhana di rumahnya.

Dia bersama suami gigih menyisihkan uang dari hasil penjualan kue pesanan untuk bisa menunaikan ibadah haji.

Keberangkatan Calon Jemaah Haji di Kota Batu Ditunda, Pemerintah Beri Dua Opsi untuk CJH

DLH Tutup Tempat Pembuangan Sampah Liar di Zona Perbatasan Kota dan Kabupaten Mojokerto

Jerih payah selama bertahun-tahun dari hasil berjualan kue itu dipakai untuk membayar uang muka sebagai syarat mendapatkan nomor porsi antrean ibadah haji senilai Rp 12 juta pada tahun 2011.

Dia mengangsur biaya kekurangan porsi haji pada lembaga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Uluwiyah di Dusun Mojolegi, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari selama tiga tahun, yang sudah lunas tahun 2013.

"Hasil berjualan kue selama satu bulan sekitar Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta langsung saya setor melalui KBIH untuk pelunasan nomor porsi haji," ungkap ibu tiga anak ini.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved