Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Surabaya

Debu Beterbangan Akibat Pengaspalan Jalan, Pemkot Surabaya Perbanyak Penyiraman

Banyak debu beterbangan dan mengganggu pengguna jalan akibat pengaspalan jalan, Pemkot Surabaya memperbanyak penyiraman.

Istimewa/TribunJatim.com/Pemkot Surabaya
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya, berkolaborasi dalam mengantisipasi debu dampak pengaspalan jalan di Surabaya, 2024. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya mulai melakukan pengaspalan dalam proyek pengerjaan jalan dan saluran air baru.

Dampak pengerjaan tersebut, debu mulai beterbangan.

Hal ini di antaranya terlihat di Jalan Kranggan dan Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya.

Masyarakat diharapkan untuk waspada.

Kepala DSDABM Kota Surabaya, Syamsul Hariadi kini mempercepat proyek tersebut.

Banyaknya debu tersebut akibat proses pengerjaan pengaspalan dan peninggian jalan.

"Pengaspalan dan peninggian jalan ini menjadi upaya antisipasi banjir ketika musim hujan tiba. Aspalnya akan dibuat tinggi beberapa centimeter," ujar Syamsul Hariadi di Surabaya, Senin (21/10/2024).

Proses pengaspalan dilakukan berlapis-lapis, sehingga membutuhkan waktu.

Meski demikian, pihaknya terus berupaya menyelesaikan proyek tersebut sebelum musim hujan tiba.

Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya, Windo Gusman Prasetyo menambahkan, pengaspalan di Jalan Kranggan mulai memasuki lapisan pertama.

"Jalan Kranggan, misalnya, lapisan aspalnya ada dua," katanya.

Sebelum pengaspalan dilakukan, tanah dipadatkan selama tiga hari. Untuk itu, pengerjaannya membutuhkan waktu.

"Yang di Jalan Kranggan itu sebenarnya meneruskan dari Jalan Baliwerti. Prosesnya memang cukup panjang dari mulai pengerukan sertu minggu kemarin, lalu pemadatan, dan baru dilakukan pengaspalan," terang Windo.

Sepanjang 200 meter dengan ketinggian sekitar 20 sampai 30 centimeter, pengaspalan di Jalan Kranggan dilakukan bertahap.

"Untuk pengaspalan tahap kedua di Jalan Kranggan diperkirakan selesai awal pekan ini," imbuhnya.

Baca juga: Tak Rutin Dibasahi, Debu Tebal Jalan Lingkar Utara di Lamongan Bikin Ganggu Pengguna Jalan

Pun demikian dengan Jalan Mayjend Sungkono, hal ini terkait proyek pengaspalan dan peninggian jalan.

Proyek tersebut saat ini memasuki tahap penghamparan Cement Treated Base (CTB) menggunakan campuran tanah asli (agrehat), semen portland, dan air.

"Di Mayjend sekarang jadwalnya proses CTB. Kalau CTB ini harus dipadatkan dulu tanahnya sebelum diaspal kurang lebih selama tiga hari," kata Windo.

Sesuai jadwal, proyek akan selesai pada awal bulan November 2024.

"Kita lakukan bertahap sampai nanti perbaikannya di depan Ciputra World. Awal bulan (November) diperkirakan selesai di sisi selatannya," jelasnya.

Selama proses pemadatan yang mengakibatkan jalan berdebu, pihaknya bersama kontraktor dibantu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya.

DLH melakukan penyiraman jalan sebanyak lima kali dalam sehari.

Penyiraman dilakukan sebagai upaya mengurangi debu yang mengganggu pengguna jalan.

"Penyiraman kita lakukan sehari lima kali bersama kontraktor dan DLH," katanya.

Penyiraman dilakukan secara kolaboratif antara DSDABM, DLH, dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), serta pihak kontraktor. Sehari, bisa dilakukan selama 5 hari.

Tak menutup kemungkinan, frekuensi penyiraman akan diperbanyak.

Perihal tersebut telah dikoordinasikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto menggungkapkan, penyiraman jalan di beberapa ruas jalan akibat proyek pengaspalan terus dilakukan secara intensif dan kolaboratif antar OPD.

"Kita lakukan proses penyiraman di ruas-ruas jalan yang berdebu, karena proyek pengaspalan. Setiap empat jam sekali dilakukan penyiraman, terutama di siang hari, kalau malam tidak seberapa debunya," jelasnya.

Dedik menambahkan, pihaknya melakukan monitoring tersendiri terkait penyiraman untuk mengurangi debu.

Apabila debu dirasa sudah terlalu menghanggu pengguna jalan akan dilakukan penyiraman kembali.

"Kalau belum empat jam tapi sudah ada laporan mulai debu lagi. Ya, kita lakukan penyiraman lagi, karena memang cuaca akhir-akhir ini cukup panas. Kita lakukan penyiraman bergantian dengan pihak-pihak terkait," katanya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved