Peluru Nyasar di Gresik

Ibu Korban Peluru Nyasar di Gresik Wadul ke DPRD Soal Intimidasi Hingga Tuntut Keadilan

Korban sempat dibawa ke UKS dan hanya diberikan pertolongan awal karena sekolah tidak menyangka luka tersebut akibat peluru tajam.

Tayang:
Editor: Torik Aqua
Tribun Jatim Network/YouTube TribunJatim Official
TUNTUTAN - Dewi Muniarti wadul dan meminta keadilan soal anaknya yang menjadi korban peluru nyasar di lingkungan sekolah di Gresik, Senin (6/4/2026). 

Dewi menjelaskan telah menempuh jalur komunikasi melalui mediasi hingga somasi, namun tidak menemukan titik temu dengan pihak terkait.

Ia menyebut bahwa dalam pertemuan awal, pihak yang bersangkutan mengaku tidak memiliki dana.

“Pada pertemuan kedua mereka menyampaikan kalau kesatuan tidak punya uang,” katanya.

Karena tidak ada perkembangan, Dewi akhirnya melaporkan kasus tersebut dan membuat surat terbuka agar publik mengetahui kejadian yang dialaminya.

“Nah, setelah itu tidak ada titik temu, maka per tanggal 5 saya laporkanlah itu,” ujarnya.

Tuntutan untuk Pemulihan Anak

Dalam upaya penyelesaian, Dewi mengajukan enam poin tuntutan, di antaranya permohonan maaf, penggantian biaya yang telah dikeluarkan, biaya operasi lanjutan, jaminan jika terjadi dampak di kemudian hari, kemudahan jika korban ingin menjadi anggota TNI, serta pemberian tali asih.

Namun, menurutnya, tidak satu pun poin tersebut diakomodasi dalam draf yang diberikan pihak terkait.

“Dari enam klausul ini tidak ada satu pun yang dipakai,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi anaknya tidak hanya terdampak secara fisik, tetapi juga psikis.

“Anak saya ini bukan hanya fisik yang sakit, psikisnya juga kena,” katanya.

DPRD Dorong Mediasi dan Jaminan Pemulihan

Menanggapi aduan tersebut, pihak DPRD Gresik menilai tuntutan Dewi wajar, terutama terkait pemulihan kesehatan dan pendampingan jangka panjang bagi korban.

"Kita cari jalan tengah dari peristiwa, agar anak ini bisa mendapatkan keadilan dari peristiwa ini," jelasnya Ketua DPRD Gresik, M Syahrul Munir.

Tuntutan itu disampaikan kepada pihak kesatuan terkait.

“Yang pertama soal perawatan kesehatan sampai sembuh dan yang kedua adalah tali asih,” ujar Ketua DPRD Gresik, M Syahrul Munir.

DPRD juga akan mengirim surat kepada pihak terkait untuk memastikan keselamatan di sekitar lapangan tembak serta mendorong mediasi yang konkret.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved