Berita Gresik

Duduk Perkara Siswa SMP di Gresik Jadi Korban Peluru Nyasar TNI , Sang Ibu Mengadu ke DPRD

Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Muhammad Syahrul Munir akan menyiapkan surat untuk pihak kesatuan TNI Angkatan Laut (AL)

Tayang:
Penulis: Sugiyono | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Sugiyono
PELURU - Dewi Murniati bersama Ketua DPRD Kabupaten Gresik M. Syahrul Munir saat berkunjung di Gedung DPRD, terkait dugaan peluru nyasar ke putranya, Senin (6/4/2026). 

Ia meminta keadilan dan pertanggungjawaban atas dugaan peluru nyasar ini dengan menanggung penuh biaya pengobatan fisik dan psikis kobnan sampai sembuh, hingga tali asih akibat dampak cacat terkena peluru yang akan ditanggung seumur hidup. 

"Pihak kesatuan sudah mengkonfirmasi dan bertanggungjawab terhadap korban. Namun, ia mengaku, pertanggungjawaban kesatuan hanya membiayai perawatan di awal. Padahal dampak cacat terkena peluru yang akan ditanggung seumur hidup," katanya. 

Sementara, Komandan Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir, Ahmad Fauzi membenarkan tuntunan dari wali murid Dewi Murniati.

Pihak TNI AL menilai, hal tersebut tidak patut dan tidak berkeadilan. Ahmad Fauzi dalam kesempatannya juga membantah melakukan intimidasi kepada keluarga korban.

"Kami tegaskan tidak pernah ada tindakan intimidatif terhadap keluarga korban," kata Fauzi dalam keterangan resminya kepada Tribunnews.com, Kamis (2/4/2026).

Sementara terkait insiden peluru nyasar, hingga kini TNI AL masih melakukan pendalaman. Belum dapat dipastikan proyektil berasal dari TNI AL atau pihak lain.

"Sampai saat ini belum bisa dipastikan apakah peluru tersebut berasal dari Korps Marinir atau bukan. Masih perlu pendalaman teknis lebih lanjut," pungkasnya.


Informasi lengkap dan  menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved