Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Hasil Assesment 1 Desa di Ponorogo yang Minta Dropping Air, Belum Kategori Kekeringan: Tetap Dibantu

BPBD tetap memberikan solusi karena memang ada beberapa warga yang kekurangan air di waktu-waktu tertentu

BPBD Ponorogo
PENAMPUNGAN - BPBD Ponorogo saat memberikan terpal untuk menampung air dari sumber pertanian di Desa Prayungan Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo Jatim. Desa Prayungan waktu-waktu tertentu keluar air namun juga tidak, akhirnya BPBD memberikan terpal untuk menampung air. 

Adalah Pemerintah Desa (Pemdes) Prayungan, Kecamatan Sawoo yang meminta dropping air ke BPBD. Surat dari Pemdes Prayungan diterima BPBD Ponorogo baru-baru ini.

Dalam surat Pemdes Prayungan kepada BPBD Ponorogo bahwa yang kekeringan di Dukuh Brajang di RT 2 RW 3 dan  RT 3 RW 3.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo telah memetakan daerah yang rawan terdampak bencana kekeringan 2025 ini.

Total ada 18 desa di 7 kecamatan yang terpetakan rawan kekeringan. Pemetaan itu menindaklanjuti rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bahwa sejak Agustus wilayah Jatim masuk kategori musim kemarau,

Dimana PIC wilayah bekerjasama koordinasi dengan pemangku wilayah itu menindaklanjuti beberapa wilayah yang tahun 2024 itu mengalami kekeringan.

Tahun 2024 lalu ada 7 kecamatan yang terdampak di tahun 2024 itu. BPBD tetap bersiap-siap untuk kekeringan. 7 kecamatan yang rawan kekeringan adalah di Kecamatan Badegan, Sampung, Slahung, Sooko. Lalu Kecamatan Sawoo, Bungkal, Pulung.

18 desa itu diantaranya di Kecamatan Badegan yang kekeringan adalah Desa Dayakan dan Desa Karangan. Kemudian di Kecamatan Slahung ada di Desa Duri, Wates dan Tugurejo.

Kecamatan Bungkal itu di Desa Munggu dan Desa Belang. Kecamatan Sawoo ada di Desa Pangkal dan Tumpuk. Lalu di Kecamatan Pulung ada di Desa Sidoharjo dan Karangpatihan.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved