Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Kota Malang

Hadapi Tantangan Berat, Lima Kampung Tematik di Kota Malang Perlu Dukungan untuk Bergairah

Tantangan berat pengelolaan kampung tematik di Kota Malang, lima kampung tematik perlu dukungan untuk bisa bergairah.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Kompas/Defri Werdiono
Suasana salah satu bagian di Kampung Topeng Desaku Menanti yang dihuni oleh mantan gelandangan, pengemis, dan mereka yang ada di jalanan, di Desa Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (24/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Perkembangan pengelolaan kampung tematik di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), menghadapi tantangan berat.

Ada lima kampung tematik yang dinyatakan pasif dan tidak ada kunjungan wisatawan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang.

Lima kampung tersebut terdiri atas Kampung Kramat Kasin, Kampung Wisata Aeng Hamid Rusdi, Kampung Seribu Topeng, Kampung Nila Slilir, dan Kampung Kuburan Londo. 

Berdasarkan data dari Disporapar, ada 23 kampung tematik dan wisata di Kota Malang.

Masing-masing memiliki kategori, yakni kampung aktif dan mendapat kunjungan wisatawan. Kategori ini menggambarkan pengurus di kampung tersebut aktif dan kunjungan juga rutin. 

Ada juga kategori tidak ada kunjungan wisatawan, tapi pengurusnya aktif. Jumlah kampung dalam kategori ini ada 15. Kampung-kampung tersebut mendapatkan pendampingan untuk bisa menggairahkan potensi wisata yang ada.

Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi menyatakan, lima kampung tersebut masuk kategori pasif dan tidak ada kunjungan wisatawan setelah dilakukan monitoring dan evaluasi pada 2023.

Kampung tematik yang telah dirintis sejak 2016 awalnya didesain untuk menjadi daya tarik wisatawan.

Dengan adanya kondisi yang berbeda, seperti tidak didatangi wisatawan, maka Diporapar berencana mengambi langkah-langkah untuk mendampingi kondisi tersebut.

Baca juga: Gairahkan Wisata, Warga Kampung Warna-warni Greges Timur Kerja Bakti Massal, Angkut 581 Kg Sampah

Baihaqi mengatakan, pihaknya mendorong agar pengurus kampung tematik aktif kembali menghidupkan potensi yang ada.

"Menjadi kewajiban untuk membina dan mengembangkan agar kampung lebih menarik dan nyaman. Kalau berbicara pada tahun ini," ujar Baihaqi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/5/2024).

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, kampung yang pasif itu terjadi karena tidak ada lagi semangat di pengurus kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Pihak Disporapar mengaku kesulitan untuk membangkitkan kembali semangat warga atau pengurus Pokdarwis.

Dampak yang dirasakan akibat tidak adanya kunjungan adalah minimnya pemasukan yang diterima oleh masyarakat sekitar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved