Berita Kesehatan
Waspada Lonjakan ISPA Pasca Haji dan Musim Liburan, ini Penjelasan Dokter Spesialis Paru RS Premier
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) disinyalir menjadi salah satu keluhan kesehatan yang marak terjadi pada periode Kuratal II dan Kuartal III
Menariknya, RS Premier Surabaya memiliki fasilitas memadai untuk mendukung langkah pencegahan, diagnostik, hingga terapi ISPA. Hal itu mengacu pada layanan yang terintegrasi dan berbasis teknologi.
Menurut dr. Prayudi, seluruh proses pencatatan pasien, riwayat pengobatan, hingga hasil laboratorium telah terekam secara digital dan sistematis.
“Di RS Premier ini, kami punya sistem yang ideal. Mulai dari registrasi, pemeriksaan, sampai rontgen dan PCR untuk diagnosis. Semuanya terintegrasi dan memudahkan penanganan pasien,” ujarnya.
Fasilitas pendukung hasil diagnosis RS Premier Surabaya mengenai keluhan kesehatan bagian pernapasan juga telah dilengkapi dengan teknologi rontgen jika memang diperlukan, imbuhnya.
Lebih spesifik, RS Premier Surabaya turut menyediakan sejumlah layanan kesehatan seperti Vaksin Influenza dan Vaksin Pneumonia untuk pencegahan ISPA.
Artinya, setiap tahap pemeriksaan akan diklasifikasikan sesuai kebutuhan diagnosis. Secara berkesinambungan, proses pengobatan melalui fasilitas RS Premier Surabaya akan berjalan lebih optimal.
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Ibadah Haji
Prayudi Tetanto
RS Premier
RS Premier Surabaya
Surabaya
TribunJatim.com
| Gejala Kanker Ginjal yang Perlu Diwaspadai, Cegah Terserang Penyakit di Bawah Usia 35 Tahun |
|
|---|
| Sering Dikira Serangan Jantung Padahal Regurgitasi, Cek 4 Fakta Penyakit GERD yang Perlu Diketahui |
|
|---|
| Cegah Osteoporosis Lewat 10.000 Langkah Menuju Tulang Kuat, Ribuan Orang Jalan Kaki di Surabaya |
|
|---|
| Revolusi Layanan Kesehatan dengan AI: Seberapa Aman? |
|
|---|
| Melindungi Privasi di Era Digital: Mengatasi Kebocoran Data Rekam Medis Pasien COVID-19 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/dr-Prayudi-Tetanto-SpP-FCCP-FISR-selaku-tenaga-kesehatan-ahli-spesialis-paru.jpg)